Ekonom Ingatkan Defisit APBN Indonesia Bisa Tembus 3,1 Persen
Ekonom memperingatkan defisit APBN 2026 berpotensi mencapai 3,1 persen PDB. Pemerintah tetap menyatakan defisit akan dijaga di bawah batas 3 persen.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Jakarta — Ekonom memperingatkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berpotensi mencapai 3,1 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia pada 23 September 2026.
Proyeksi defisit APBN 2026 berada pada kisaran 2,9–3,1 persen PDB. Posisi defisit diperkirakan telah mencapai 2,85 persen PDB, sehingga ruang menuju batas 3 persen tersisa sekitar 0,15 poin persentase.
Perkiraan tersebut disampaikan dalam konteks tekanan fiskal yang berkaitan dengan pelemahan rupiah dan kondisi pasar keuangan. Pemerintah tetap berkomitmen menjaga defisit di bawah 3 persen.
Mengapa Peringatan Defisit APBN Penting bagi Pembaca
Perubahan defisit APBN berpengaruh pada ruang pemerintah membiayai program publik dan mengelola kebutuhan pembiayaan negara. Batas defisit 3 persen PDB menjadi rujukan penting dalam pembahasan kebijakan fiskal Indonesia.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan defisit APBN hingga Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen PDB. Proyeksi akhir tahun mencapai Rp734,3 triliun atau 2,85 persen PDB.
Angka proyeksi tersebut berbeda dari peringatan ekonom yang memperkirakan defisit dapat berada pada kisaran 2,9–3,1 persen PDB. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan antara target pemerintah dan skenario risiko yang disampaikan ekonom.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan pemerintah akan menjaga defisit di bawah 3 persen. Sementara itu, ekonom Juniman memperkirakan defisit 2026 berada pada kisaran 2,8–2,93 persen PDB.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
JISDOR Bank Indonesia Melemah ke Rp17.883 di Jakarta
Bank Indonesia mencatat JISDOR Rp17.883 per dolar Amerika Serikat pada 22 September 2026. Kurs tersebut melemah 0,39 persen dibandingkan sehari sebelu…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





