Kabar18.com

Selasa, 29 September 2026

ESET Percepat Respons Serangan Siber Berbasis AI di Indonesia

ESET memperkenalkan layanan MDR berbasis AI di Indonesia pada 27 September 2026. Perusahaan mengklaim layanan itu dapat memangkas rata-rata waktu respons ancaman siber menjadi enam menit.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan lemari rak server pusat data dengan pintu jaring dan kabel berwarna.
Ilustrasi: Deretan lemari rak server pusat data dengan pintu jaring dan kabel berwarna. · Foto: Brett Sayles / Pexels

Jakarta — ESET meluncurkan layanan Managed Detection and Response (MDR) berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia pada 27 September 2026 untuk memantau, mendeteksi, dan mengisolasi ancaman siber secara otomatis.

Menurut ESET, layanan tersebut menggabungkan otomatisasi AI dengan pemantauan dan analisis pakar keamanan siber global. Layanan ini beroperasi sepanjang waktu, yakni 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu, untuk membantu organisasi merespons insiden tanpa harus membangun seluruh tim spesialis keamanan siber secara internal.

ESET mengklaim layanan MDR dapat memangkas rata-rata waktu respons atau Mean Time to Respond (MTTR) menjadi enam menit. Angka itu disebut dalam laporan Bisnis Indonesia dan Warta Ekonomi sebagai kemampuan layanan dalam mempercepat deteksi serta penanganan awal ancaman.

Di Indonesia, layanan ini didukung PT Prosperita Mitra Indonesia sebagai distributor eksklusif ESET. MDR tersedia dalam dua tingkatan langganan yang disesuaikan dengan skala organisasi, mulai dari usaha kecil dan menengah hingga perusahaan besar.

Mengapa layanan ini penting bagi pembaca

Waktu respons menentukan seberapa cepat organisasi dapat membatasi dampak insiden siber. Dengan pemantauan, deteksi, dan isolasi ancaman yang dilakukan secara otomatis, MDR ditujukan untuk membantu perusahaan memperpendek jeda antara ditemukannya ancaman dan tindakan penanganan.

Bisnis Indonesia melaporkan bahwa layanan tersebut memadukan otomatisasi AI dengan pengawasan lebih dari 100 pemburu ancaman atau pakar keamanan siber global. Selain respons otomatis, cakupan layanan di Indonesia dapat mencakup pemburuan ancaman dan investigasi forensik digital yang lebih mendalam sesuai tingkat langganan.

Warta Ekonomi menyebut ESET MDR menggabungkan teknologi AI dengan pemantauan dan analisis pakar keamanan siber global. Laporan itu juga menyatakan layanan tersebut ditawarkan melalui dua tingkatan untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi.

Peluncuran ini menempatkan layanan MDR sebagai opsi bagi organisasi yang membutuhkan pemantauan keamanan siber berkelanjutan, terutama ketika mereka tidak memiliki seluruh keahlian atau sumber daya untuk menjalankan fungsi tersebut sendiri.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.