Kabar18.com

Jumat, 2 Oktober 2026

Ferdinandus Ambo Pimpin DPD PUTRI Nusa Tenggara Timur

DPD PUTRI Nusa Tenggara Timur dibentuk di Labuan Bajo dengan Ferdinandus Ambo sebagai ketua pertama. Organisasi ini mendorong kolaborasi untuk mengembangkan taman rekreasi dan destinasi wisata.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang berselimut kain etnik berdiri di bukit memandang teluk laut dengan banyak kapal wisata.
Ilustrasi: Seseorang berselimut kain etnik berdiri di bukit memandang teluk laut dengan banyak kapal wisata. · Foto: Nick Wehrli / Pexels

Labuan Bajo — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur dibentuk melalui musyawarah daerah pertama di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Kamis, 1 Oktober 2026. Pembentukan organisasi ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi pelaku usaha, pemerintah, asosiasi pariwisata, dan pemangku kepentingan lain dalam pengembangan taman rekreasi serta destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur.

Ferdinandus Ambo terpilih secara aklamasi sebagai ketua pertama DPD PUTRI Nusa Tenggara Timur. Ia dilantik setelah musyawarah daerah oleh Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Pusat PUTRI, M Shobirin F. Hamid.

Menurut Shobirin, pembentukan DPD tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kebersamaan pelaku usaha destinasi dan taman rekreasi di Nusa Tenggara Timur. Kolaborasi dengan pemerintah dan asosiasi pariwisata diperlukan agar pengembangan destinasi dapat berjalan lebih terkoordinasi.

Mengapa pembentukan PUTRI NTT penting bagi pariwisata

Labuan Bajo disebut sebagai destinasi pariwisata superpremium yang telah menarik banyak wisatawan. Dalam konteks itu, PUTRI Nusa Tenggara Timur dapat menjadi wadah komunikasi bagi pelaku usaha untuk membahas pengembangan taman rekreasi dan destinasi wisata, termasuk peluang investasi di Manggarai Barat.

Shobirin menyebut pengembangan taman rekreasi membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata lainnya. Ferdinandus mengatakan tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan dana, tetapi juga keterbatasan kemampuan sumber daya manusia.

Setelah pembentukan organisasi, Ferdinandus menyatakan akan membangun komunikasi dan koordinasi lintas sektoral dengan pemerintah serta pemangku kepentingan pariwisata lainnya di Labuan Bajo. Koordinasi itu ditujukan untuk mendukung pengelolaan usaha taman rekreasi di daerah tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.