Gelombang hingga 3,5 Meter Mengancam Perairan Selatan Bali
BMKG memprakirakan gelombang di perairan selatan Bali mencapai 0,75–3,5 meter pada Senin, 12 Oktober 2026. Nelayan dan pengguna jasa laut diminta memperhatikan informasi maritim.
Oleh Asyinta Sastra
· 1 menit baca
Bali — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang laut di perairan selatan Bali mencapai 0,75–3,5 meter pada Senin, 12 Oktober 2026. Peringatan ini berlaku dalam prakiraan cuaca Bali yang secara umum cerah berawan.
BMKG mencatat tinggi gelombang di perairan utara Bali berada pada kisaran 0,5–1,25 meter. Angin diprakirakan bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 6–32 kilometer per jam, sedangkan suhu udara berada pada rentang 18–32 derajat Celsius.
Peringatan dini juga mencakup potensi gelombang laut setinggi 2 meter atau lebih di Selat Bali Selatan, Selat Badung, Selat Lombok, dan perairan selatan Bali. Informasi tersebut menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal, pengguna jasa penyeberangan, serta wisatawan yang melakukan aktivitas bahari.
Gelombang tinggi berpengaruh pada aktivitas laut Bali
Perairan selatan Bali tercatat sebagai wilayah dengan kisaran gelombang tertinggi dalam prakiraan tersebut. Di sejumlah pelabuhan yang dipantau, kondisi cuaca diprakirakan cerah berawan. Tinggi gelombang di Pelabuhan Benoa, Sanur, dan Serangan berada pada kisaran 1,25–2,5 meter.
BMKG mengimbau masyarakat memantau informasi cuaca maritim terbaru dan mematuhi arahan petugas setempat sebelum beraktivitas di laut. Kondisi gelombang dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca dan angin.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kesehatan
Udara Makassar dan Sekitarnya Tidak Sehat hingga 13 Oktober
BMKG melaporkan udara Makassar, Maros, Gowa, dan sekitarnya masih tidak sehat pada 10 Oktober 2026. Kondisi sedang hingga tidak sehat diperkirakan ber…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





