Gempa 4,9 Guncang Perairan Barat Daya Jembrana
Gempa dangkal bermagnitudo 4,9 berpusat di laut, 141 kilometer barat daya Jembrana, dengan kedalaman 12 kilometer. Guncangan terasa di Bali dan Jawa Timur, tanpa potensi tsunami.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jembrana — Gempa bumi bermagnitudo 4,9 mengguncang wilayah perairan barat daya Jembrana, Bali, pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 11.00 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut, 141 kilometer barat daya Jembrana, dengan kedalaman 12 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Bali dan Jawa Timur. BMKG mencatat intensitas III MMI di Jember. Sementara itu, intensitas II-III MMI tercatat di Kuta Selatan, Denpasar, dan Karangasem. Getaran dengan intensitas II MMI juga dirasakan di Lumajang, Malang, Blitar, dan Bondowoso.
Hasil analisis BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar bawah laut. Episenternya berada pada koordinat 9,45 LS dan 113,95 BT. Pusat gempa yang berada di laut itu terletak di arah barat daya Jembrana.
Gempa Jembrana Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 11.25 WIB, pemantauan BMKG juga belum menunjukkan aktivitas gempa bumi susulan. Informasi tersebut mencakup hasil pemantauan setelah gempa mengguncang perairan barat daya Jembrana.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga perlu menjauhi bangunan yang rusak atau retak apabila menemukan dampak guncangan di lingkungannya. Imbauan itu disampaikan sebagai langkah kewaspadaan setelah gempa dangkal tersebut dirasakan di Bali dan Jawa Timur.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang di Badung Bali
Kelangkaan BBM memicu antrean panjang di sejumlah SPBU Bali, termasuk Badung. Kendala pasokan berdampak pada arus lalu lintas dan mobilitas menuju kaw…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga





