Gempa Sumba Barat Daya Rusak Dua Rumah dan Satu Sekolah
Gempa yang awalnya tercatat bermagnitudo 6,1 mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026. BMKG memperbarui magnitudonya menjadi 5,9 dan menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Kodi — Gempa bumi yang semula tercatat bermagnitudo 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 pukul 05.55.52 WIB. Gempa itu merusak dua rumah warga dan sebuah sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi.
Mengapa ini penting: Kerusakan dua rumah dan satu sekolah serta laporan satu warga luka ringan berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas masyarakat di Kecamatan Kodi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika kemudian memperbarui magnitudo gempa menjadi 5,9. Episenter berada di laut, sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, pada kedalaman 10 kilometer.
Menurut BMKG, guncangan terkuat dirasakan di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi dengan intensitas VI MMI. Intensitas tersebut membuat sebagian besar penduduk terkejut dan berlari ke luar rumah.
Kerusakan di Desa Perokonda meliputi dua rumah warga dan SD Islam. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu menyebut kerusakan di sejumlah wilayah berada dalam kategori sedang.
Satu orang dilaporkan mengalami luka ringan. Informasi mengenai korban itu disampaikan dalam keterangan yang dikutip sejumlah media dari penjelasan BMKG pada 4 Oktober.
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Lembaga itu mengimbau warga mewaspadai bangunan yang retak dan mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Data dampak gempa masih mencatat kerusakan di sejumlah bangunan di Sumba Barat Daya. Laporan lain yang mengutip pendataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut 20 rumah terdampak, terdiri atas 19 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang, serta satu fasilitas pendidikan dan satu fasilitas umum.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Tokoh
Ferdinandus Ambo Pimpin PUTRI NTT dari Labuan Bajo
Ferdinandus Ambo dilantik sebagai ketua pertama DPD PUTRI NTT di Labuan Bajo pada 1 Oktober 2026. Ia terpilih secara aklamasi dalam musyawarah daerah…
Terbaru di Daerah

Baca juga





