Kabar18.com

Rabu, 30 September 2026

Ghalibaf Peringatkan Dampak Blokade Iran terhadap Ekspor Minyak

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan negara-negara kawasan tidak akan dapat menjual minyak jika Iran dicegah melakukannya. Pernyataan itu disampaikan di tengah pembatasan ekspor minyak Iran.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kapal kargo besar berlayar di laut lepas berlatar langit senja berwarna jingga dan ungu.
Ilustrasi: Kapal kargo besar berlayar di laut lepas berlatar langit senja berwarna jingga dan ungu. · Foto: Oleksiy Yeshtokyn,🌻🇺🇦🌻 / Pexels

Teheran — Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf pada Selasa, 29 September 2026, memperingatkan bahwa tidak ada negara di kawasan yang dapat menjual minyak jika Iran tidak dapat melakukannya.

Pernyataan itu disampaikan ketika ekspor minyak Iran menghadapi pembatasan ketat di tengah konflik dengan Washington dan sanksi Amerika Serikat. Qalibaf juga memperingatkan Amerika Serikat dan negara-negara lain mengenai dampak terhadap infrastruktur kawasan jika keamanan Iran tidak dijamin.

Menurut Anadolu Ajansı, Qalibaf menyatakan bahwa di kawasan tempat Iran tidak dapat menjual minyak, negara lain juga tidak akan menjual minyak. Kantor berita tersebut mengaitkan pernyataan itu dengan laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.

Mengapa peringatan Selat Hormuz penting bagi Indonesia

Selat Hormuz merupakan jalur energi strategis yang berkaitan dengan pasokan minyak global. Gangguan terhadap ekspor dari kawasan Timur Tengah dapat meningkatkan tekanan pada perdagangan energi dan biaya pengiriman, sehingga relevan bagi Indonesia sebagai negara yang mengikuti perkembangan harga dan pasokan energi dunia.

Media Indonesia melaporkan bahwa pernyataan Qalibaf muncul di tengah pembatasan ketat terhadap ekspor minyak Teheran. Laporan itu juga menyebut Qalibaf mengaitkan keamanan infrastruktur energi di sekitar Teluk dan Selat Hormuz dengan keamanan Iran.

Perkembangan ini menambah ketegangan antara Teheran dan Washington terkait pembatasan ekspor minyak serta akses di Selat Hormuz. Laporan yang tersedia menyatakan bahwa Iran masih membatasi akses di selat tersebut dan menuntut Washington memenuhi komitmen yang telah disepakati sebelumnya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.