Kabar18.com

Senin, 5 Oktober 2026

GKR Bendara Kenalkan Kuliner Langka Yogyakarta di WIG Talk

GKR Bendara memperkenalkan nasi golong gilig dan dawet sambal dalam WIG Talk 2026 di Yogyakarta. Dawet sambal Kulon Progo disebut warisan budaya yang hampir berusia 70 tahun.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Ukiran relief batu pada dinding candi menampilkan dua sosok makhluk mitologi.
Ilustrasi: Ukiran relief batu pada dinding candi menampilkan dua sosok makhluk mitologi. · Foto: pierre matile / Pexels

Yogyakarta — GKR Bendara memperkenalkan nasi golong gilig dan dawet sambal sebagai dua kuliner langka asal Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Talk 2026 pada Jumat, 2 Oktober 2026.

GKR Bendara merupakan Penghageng Kawedanan Hageng Nitya Budaya Keraton Yogyakarta sekaligus Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan bahwa kuliner gastronomi tidak hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga cerita, pengalaman budaya, serta keberlanjutan pangan lokal.

Nasi golong gilig disebut sebagai salah satu kuliner yang mulai tidak populer dan hanya disajikan dalam acara tertentu. Dawet sambal berasal dari Kulon Progo dan memadukan dawet manis, sambal pecel, serta tahu.

Menurut informasi Direktorat Jenderal Kebudayaan, dawet sambal Kulon Progo sudah jarang ditemui karena usianya hampir 70 tahun. Hidangan ini tercatat sebagai warisan budaya dan berkaitan dengan tradisi kuliner di wilayah Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo.

Kuliner langka memperkuat identitas gastronomi Yogyakarta

Pengenalan dua hidangan ini menempatkan makanan lokal dalam pembahasan pariwisata gastronomi. Bagi pembaca, informasi tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kuliner di Yogyakarta tidak hanya berisi sajian yang sudah populer, tetapi juga makanan dengan sejarah dan identitas daerah.

Dawet sambal memiliki kombinasi yang tidak lazim bagi sebagian orang karena dawet manis disajikan bersama sambal pecel dan tahu. GKR Bendara menyebut hidangan tersebut berpotensi menjadi daya tarik wisata apabila didukung narasi dan promosi yang tepat.

Dalam WIG Talk 2026, pembahasan gastronomi juga melibatkan unsur pemerintah, industri, pegiat seni, dan akademisi. Forum itu membahas pengembangan gastronomi sebagai identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi berkelanjutan.

Sumber pemerintah menyebut dawet sambal sebagai makanan khas Kulon Progo yang mulai jarang ditemui. Keterangan tersebut memperkuat konteks bahwa pelestarian hidangan tidak hanya terkait resep, tetapi juga regenerasi pembuat dan pengenalan kepada masyarakat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Gaya Hidup

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.