Kabar18.com

Sabtu, 3 Oktober 2026

GKR Bendara Perkenalkan Nasi Golong Gilig dan Dawet Sambal

GKR Bendara memperkenalkan nasi golong gilig dari lingkungan Keraton Yogyakarta dan dawet sambal dari Kulon Progo dalam forum gastronomi pada 2 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sajian nasi tradisional di atas daun pisang lengkap dengan aneka lauk dan minuman es teh.
Ilustrasi: Sajian nasi tradisional di atas daun pisang lengkap dengan aneka lauk dan minuman es teh. · Foto: Muhammad Rasyad Indra Putra / Pexels

Yogyakarta — Gusti Kanjeng Ratu Bendara memperkenalkan nasi golong gilig dari lingkungan Keraton Yogyakarta dan dawet sambal dari Kulon Progo dalam Wonderful Indonesia Gastronomy Talks and Forum di Grand Hotel de Djokja pada 2 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Pengunjung dapat mengenal dua kuliner tradisional yang jarang dikenal melalui forum pada 2 Oktober dan Artisan Market yang berlangsung hingga 4 Oktober 2026.

Menurut detikJogja, Bendara menyebut kedua hidangan itu sebagai kuliner yang kini jarang dikenal. Ia mendorong pengenalan kembali sajian tersebut melalui industri restoran dan paket perjalanan di desa wisata.

Nasi untuk acara tertentu

Nasi golong gilig, atau sego golong gilig, merupakan sajian yang menurut Bendara hanya dikeluarkan pada acara tertentu di lingkungan Keraton Yogyakarta. Ia mengatakan narasi mengenai hidangan itu perlu diperkenalkan kembali agar industri kuliner dapat menghidangkannya kepada masyarakat.

Dawet sambal dari Kulon Progo

Bendara juga memperkenalkan dawet sambal dari Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo. Hidangan itu disebut sebagai warisan budaya yang menghadapi persoalan regenerasi karena belum banyak dikenal dan diulas.

Dawet sambal memadukan dawet dengan sambal pecel dan tahu. Bendara menyebut hidangan tersebut dapat dikembangkan sebagai bagian dari paket perjalanan wisata di desa.

Rangkaian acara

WIG Talks and Forum menghadirkan 22 pembicara dalam lima sesi diskusi dan satu sesi ulasan buku. Indonesia Travel menyebut forum itu membahas gastronomi sebagai identitas budaya, pengembangan wisata kuliner, inovasi industri makanan dan minuman, serta penguatan kuliner Indonesia di tingkat internasional.

Rangkaian WIG 2026 berlangsung pada 26 September–4 Oktober 2026 di sejumlah kota. Artisan Market di Grand Hotel de Djokja berlangsung pada 2–4 Oktober dengan 21 pelaku usaha kuliner serta lokakarya dan sesi mencicipi makanan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Gaya Hidup

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.