Kabar18.com

Kamis, 15 Oktober 2026

Greenpeace Minta Prabowo Jamin Lahan Terbakar Tak Jadi Perkebunan

Aktivis Greenpeace Iqbal Damanik meminta Presiden Prabowo menjamin lahan gambut yang terbakar dipulihkan dan tidak dialihkan menjadi perkebunan sawit atau akasia.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tunas tanaman kecil tumbuh di atas permukaan tanah cokelat dengan latar belakang buram.
Ilustrasi: Tunas tanaman kecil tumbuh di atas permukaan tanah cokelat dengan latar belakang buram. · Foto: Nikola Čedíková / Pexels

Jakarta — Aktivis Greenpeace Iqbal Damanik menantang Presiden Prabowo Subianto menjamin lahan gambut yang terbakar tidak dialihkan menjadi perkebunan sawit atau akasia pada 14 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Pembaca mendapat informasi bahwa lahan gambut yang terbakar menjadi objek desakan agar dipulihkan dan tidak dialihkan menjadi perkebunan sawit atau akasia.

Desakan itu disampaikan sebagai tanggapan atas kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia selama lebih dari dua bulan. Iqbal meminta pemerintah memastikan lahan gambut yang terbakar dipulihkan, bukan dimanfaatkan untuk perkebunan.

Menurut laporan Warta Kota, Iqbal juga meminta pemerintah menindak apabila sawit atau akasia ditanam di lahan yang telah terbakar. Ia menyampaikan desakan tersebut sebagai aktivis Greenpeace sekaligus Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim dalam kabinet bayangan.

Karhutla dan lahan gambut

Greenpeace Indonesia menyatakan kabut asap telah berdampak pada masyarakat di Kalimantan dan Sumatra selama hampir dua bulan. Dalam siaran pers yang diperbarui 10 Oktober 2026, organisasi itu menyebut terdapat 5.540 titik sumber asap di 22 provinsi pada periode 8 Agustus hingga 20 September 2026.

Analisis Greenpeace juga mencatat 2.951 titik sumber asap berada di lebih dari 114 kawasan hidrologis gambut. Sebanyak 774 titik lainnya berada di 210 konsesi perkebunan sawit.

Katadata melaporkan Iqbal menilai penanganan karhutla yang berlangsung lebih dari dua bulan belum strategis dan terukur. Pemerintah, menurut laporan itu, belum berencana menetapkan status bencana nasional karena masih menyatakan mampu menangani kebakaran.

Presiden Prabowo sebelumnya meminta penyelidikan terhadap kemungkinan lahan dan hutan yang terbakar segera berubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Pernyataan itu dilaporkan dalam pemberitaan BBC News Indonesia pada September 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.