Gunung Ile Lewotolok Meletus 90 Kali di Lembata
Gunung Ile Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur, meletus 90 kali selama pengamatan 5 Oktober 2026. Guguran dan lava mengarah ke tenggara.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Lembata — Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, meletus 90 kali selama periode pengamatan 5 Oktober 2026. Aktivitas tersebut tercatat dalam pengamatan pukul 00.00 hingga 24.00 WITA.
Petugas melaporkan letusan memiliki tinggi 100–200 meter dengan asap berwarna putih dan kelabu. Selain itu, teramati guguran sejauh 400–500 meter ke arah tenggara serta aliran lava menuju sektor yang sama hingga 500 meter dari bibir kawah aktif.
Gunung Ile Lewotolok berada pada status Level II atau Waspada. Masyarakat sekitar, pengunjung, pendaki, dan wisatawan diminta tidak memasuki atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung serta radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.
Radius bahaya menjadi perhatian warga dan wisatawan
Pembatasan tersebut penting bagi pembaca karena wilayah yang terdampak mencakup permukiman dan tujuan kunjungan di Kabupaten Lembata. Ancaman yang perlu diwaspadai meliputi guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut.
Petugas juga mengimbau warga menggunakan masker untuk melindungi mulut, hidung, mata, dan kulit dari abu vulkanik. Tempat penampungan air bersih perlu ditutup agar tidak terpapar abu. Masyarakat diminta menghindari gangguan pernapasan dan gangguan kesehatan lain yang dapat muncul akibat paparan material vulkanik.
Rekomendasi aktivitas di wilayah radius bahaya tetap berlaku selama status gunung berada pada Level II atau Waspada. Laporan pengamatan mencatat adanya gemuruh lemah bersamaan dengan guguran dan aliran lava ke arah tenggara.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Ferdinandus Ambo Pimpin DPD PUTRI Nusa Tenggara Timur
DPD PUTRI Nusa Tenggara Timur dibentuk di Labuan Bajo dengan Ferdinandus Ambo sebagai ketua pertama. Organisasi ini mendorong kolaborasi untuk mengemb…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga



