Gunung Ili Lewotolok Catat 183 Gempa Erupsi di Lembata
Gunung Ili Lewotolok di Lembata masih berstatus Level II atau Waspada pada 2 Oktober 2026. Dalam 24 jam, tercatat 183 gempa erupsi dan 184 gempa hembusan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Lembata — Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih berstatus Level II atau Waspada pada 2 Oktober 2026. Pemantauan selama 24 jam mencatat 183 gempa letusan atau erupsi dan 184 gempa hembusan.
Data aktivitas tersebut dikutip dari laporan MAGMA Indonesia, layanan pemantauan gunung api milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Laporan itu juga mencatat satu gempa guguran dan satu gempa tektonik jauh.
Aktivitas Ili Lewotolok Perlu Diwaspadai Pengunjung
Status Level II berarti aktivitas gunung masih berada dalam tingkat Waspada. Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, diminta tidak memasuki atau melakukan kegiatan di wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas.
Pembatasan diperluas hingga 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara. Imbauan tersebut berkaitan dengan potensi bahaya guguran atau longsoran lava serta awan panas pada sejumlah sektor gunung.
Selain sektor selatan dan tenggara, laporan pemantauan juga menyebut sektor barat serta timur laut sebagai wilayah yang perlu diwaspadai. Rekomendasi itu menjadi informasi penting bagi warga Lembata dan wisatawan yang merencanakan aktivitas di sekitar gunung.
Rincian kegempaan menunjukkan 183 gempa letusan atau erupsi memiliki amplitudo 29,2–40 milimeter dengan lama gempa 22–97 detik. Sebanyak 184 gempa hembusan tercatat dengan amplitudo 9,7–40 milimeter dan lama gempa 22–60 detik.
Laporan yang sama mencatat satu gempa guguran dengan amplitudo 5,8 milimeter dan lama gempa 40 detik. Selain itu, terdapat satu gempa tektonik jauh dengan amplitudo 38,9 milimeter, selisih waktu tiba gelombang S-P 66 detik, dan lama gempa 180 detik.
Pemantauan cuaca pada periode laporan mencatat kondisi cerah hingga berawan, dengan angin lemah bergerak ke arah barat dan barat laut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Kuota Taman Nasional Komodo Ditambah 500 Pengunjung per Hari
Balai Taman Nasional Komodo menambah kuota kunjungan September-Desember 2026 setelah kuota tahunan habis pada Agustus. Tambahan dibatasi 500 pengunjun…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga





