Kabar18.com

Selasa, 20 Oktober 2026

Guterres Hormati Empat Penjaga Perdamaian Indonesia di Sentul

António Guterres menghormati empat penjaga perdamaian Indonesia yang gugur di Lebanon saat mengunjungi Sentul pada 19 Oktober 2026. Ia juga bertemu personel yang disiapkan untuk MINUSCA.

Oleh

· 2 menit baca

Sentul — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres memberikan penghormatan kepada empat penjaga perdamaian Indonesia yang gugur di Lebanon pada 2026 saat mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 19 Oktober 2026.

Guterres meletakkan karangan bunga di monumen peringatan prajurit TNI yang gugur ketika menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menyampaikan bahwa pengabdian dan pengorbanan para personel tersebut tidak akan pernah dilupakan.

Dalam kunjungan itu, Guterres juga bertemu personel Indonesia yang disiapkan untuk bergabung dalam Misi Multidimensional Terpadu Stabilisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Afrika Tengah, atau MINUSCA. Misi tersebut merupakan operasi penjaga perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.

Guterres menyatakan serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan dapat menjadi kejahatan perang. Ia menyerukan pertanggungjawaban bagi pihak yang melakukan serangan serta perlindungan bagi personel PBB.

Penghormatan Guterres menegaskan peran Indonesia dalam misi perdamaian

Kunjungan ke Sentul memperlihatkan keterlibatan Indonesia dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB. Dalam pertemuan tersebut, Guterres menyampaikan penghargaan atas keberanian dan profesionalisme personel penjaga perdamaian Indonesia.

Empat personel Indonesia yang gugur bertugas di wilayah Lebanon Selatan pada Maret-April 2026. Nama mereka adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, Praka Farizal Rhomadhon, dan Praka Rico Pramudia.

Personel yang ditemui Guterres di Sentul merupakan bagian dari persiapan Indonesia untuk penugasan MINUSCA. Ia menyebut misi di Republik Afrika Tengah penting untuk membantu pemulihan stabilitas, memperluas kewenangan lembaga negara, dan mendukung proses perdamaian dengan kelompok bersenjata.

Guterres berada di Indonesia pada 17-19 Oktober 2026 untuk membahas kerja sama pemerintah Indonesia dan PBB dalam sistem multilateral. Tidak ada keterangan dalam laporan yang tersedia mengenai jadwal lanjutan personel Indonesia setelah pertemuan di Sentul.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pertahanan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.