Harga Cabai dan LPG 3 Kilogram Naik di Jawa Timur
Harga rata-rata cabai rawit merah, cabai merah besar, cabai merah keriting, dan LPG 3 kilogram di Jawa Timur naik pada 29 September 2026 berdasarkan data Siskaperbapo.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jawa Timur — Harga rata-rata cabai dan LPG 3 kilogram di Jawa Timur naik pada 29 September 2026. Data itu tercatat dalam sistem Siskaperbapo Jawa Timur pada pukul 09.49 WIB.
Mengapa ini penting: Kenaikan harga cabai dan LPG 3 kilogram mengubah biaya belanja pangan dan energi rumah tangga di Jawa Timur pada 29 September 2026.
Menurut data yang dirangkum Detik Jatim, harga cabai rawit merah mencapai Rp67.272 per kilogram, cabai merah besar Rp29.888 per kilogram, dan LPG 3 kilogram Rp20.000. Kenaikan masing-masing tercatat Rp1.537 atau 2,34 persen untuk cabai rawit merah, Rp1.224 atau 4,27 persen untuk cabai merah besar, dan Rp155 atau 0,78 persen untuk LPG 3 kilogram.
Selain tiga komoditas tersebut, harga cabai merah keriting tercatat Rp40.311 per kilogram, naik Rp273 atau 0,68 persen. Harga rata-rata beras premium mencapai Rp15.092 per kilogram, sedangkan beras medium Rp13.088 per kilogram.
Harga bahan pokok lain
Data Siskaperbapo mencatat gula kristal putih Rp17.276 per kilogram. Minyak goreng curah berada di level Rp20.632 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp22.092 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp19.064 per liter, dan Minyakita Rp15.950 per liter.
Harga daging sapi paha belakang tercatat Rp132.776 per kilogram dan daging ayam ras Rp38.677 per kilogram. Telur ayam ras berada di level Rp24.700 per kilogram.
Di tingkat nasional, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis yang dikutip Liputan6 menunjukkan harga cabai rawit merah pada 29 September 2026 mencapai Rp98.050 per kilogram, naik dari Rp95.400 pada pekan sebelumnya. Harga cabai rawit hijau naik dari Rp65.700 menjadi Rp66.600 per kilogram.
Data nasional itu juga mencatat cabai merah besar Rp54.950 per kilogram dan cabai merah keriting Rp66.200 per kilogram. Angka tersebut merupakan rata-rata nasional, sehingga berbeda dari rata-rata harga komoditas di Jawa Timur.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Mengapa Surplus Perdagangan Indonesia Tidak Otomatis Berarti Ekonomi Kuat
Surplus perdagangan Indonesia 2025 mencapai US$41,05 miliar. Namun angka ini perlu dibaca bersama defisit migas, struktur ekspor, serta kenaikan impor…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga





