Hari Pariwisata Sedunia Diperingati pada 27 September 2026
Hari Pariwisata Sedunia diperingati di berbagai negara pada 27 September 2026. Peringatan ini menyoroti peran pariwisata bagi kehidupan sosial dan perekonomian dunia.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Hari Pariwisata Sedunia diperingati di berbagai negara pada 27 September 2026 untuk meningkatkan kesadaran mengenai peran pariwisata terhadap masyarakat dan perekonomian dunia.
Peringatan tahunan ini dikenal sebagai World Tourism Day. RRI melaporkan bahwa peringatan tersebut berlangsung setiap 27 September di berbagai negara dan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai peran pariwisata dalam kehidupan sosial serta perekonomian masyarakat dunia.
Detikcom menyebut Hari Pariwisata Sedunia mendorong terciptanya perjalanan yang berkelanjutan dan dapat diakses oleh semua orang. Tanggal peringatan dipilih bertepatan dengan pengesahan Statuta UN Tourism pada 27 September 1970.
Pariwisata berdampak pada masyarakat dan ekonomi
Bagi pembaca di Indonesia, peringatan ini menempatkan pariwisata bukan hanya sebagai kegiatan perjalanan, tetapi juga sebagai sektor yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan perekonomian. Perhatian terhadap keberlanjutan dan aksesibilitas menjadi bagian dari pesan peringatan tersebut.
Pada 2026, UN Tourism mengusung tema “Digital Agenda and Artificial Intelligence to Redesign Tourism”, yang berarti “Agenda Digital dan Kecerdasan Buatan untuk Merancang Ulang Pariwisata”. Tema itu menyoroti agenda digital dan kecerdasan buatan dalam perubahan sektor pariwisata.
RRI juga mencatat bahwa tanggal 27 September dipilih karena bertepatan dengan pengesahan Statuta organisasi pariwisata tersebut pada 27 September 1970. Peringatan Hari Pariwisata Sedunia pertama kali berlangsung pada 1980 dan terus menjadi agenda tahunan.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Pariwisata

NIFF 2026 Hadirkan Lebih dari 250 Peserta di Ubud
NIFF 2026 berlangsung di Museum Puri Lukisan, Ubud, pada 26–27 September. Festival bertema “Global Rhythms, Shared Stories” itu diikuti lebih dari 250…
Berita utama hari ini


