Hashim Sebut Ketahanan Pangan Indonesia Ditopang Cadangan Beras
Hashim Djojohadikusumo menyebut cadangan beras pemerintah sekitar 5,3 juta ton dan klaim swasembada tiga tahun lebih cepat. Pemerintah menaikkan harga pembelian gabah atau beras serta memangkas harga pupuk.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyatakan indikator ketahanan pangan membuat kondisi Indonesia terang, bukan gelap, dalam acara International Sustainability Forum di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Hashim menyebut cadangan beras pemerintah telah mencapai sekitar 5,3 juta ton dan masih bertambah. Menurut dia, capaian itu berkaitan dengan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras tiga tahun lebih cepat dari target 2029 yang sebelumnya ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengatakan swasembada beras tersebut merupakan capaian pertama Indonesia dalam 42 tahun. Persediaan yang meningkat membuat kapasitas gudang pemerintah tidak mencukupi sehingga pemerintah harus menyewa gudang milik swasta, menurut keterangan Hashim.
Kebijakan yang disebut mendukung petani mencakup kenaikan harga pembelian pemerintah untuk gabah atau beras sebesar 50 persen, dari Rp 4.000 menjadi Rp 6.500 per kilogram. Pemerintah juga memangkas harga pupuk sebesar 20 persen.
Cadangan beras menjadi indikator kebijakan pangan
Bagi pembaca nasional, pernyataan tersebut menghubungkan kondisi stok beras dengan kebijakan pemerintah terhadap petani. Angka 5,3 juta ton, klaim swasembada tiga tahun lebih cepat, serta penyesuaian harga pembelian dan pupuk menjadi indikator yang disampaikan Hashim untuk menjelaskan ketahanan pangan Indonesia.
Hashim juga menyebut pemerintah menargetkan swasembada kedelai dalam waktu tiga tahun ke depan. Pernyataan mengenai beras, gabah, dan pupuk disampaikan dalam forum yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, pada 6 Oktober 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Tarif Listrik PLN di Indonesia Belum Berubah pada 6 Oktober
Tarif listrik PLN pada 6 Oktober 2026 masih menggunakan besaran sebelumnya. Pelanggan subsidi 450 VA dikenai Rp415 per kWh dan 900 VA Rp605 per kWh.
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga





