IHSG Melemah ke 5.885, Rupiah Terkoreksi pada 13 Oktober 2026
IHSG melemah ke level 5.885 dan rupiah terkoreksi ke sekitar Rp17.930 per dolar Amerika Serikat pada 13 Oktober 2026. Sebelumnya, IHSG turun 0,75 persen pada 7 Oktober.
Oleh Pandi Muktar
· 1 menit baca
Pasar keuangan Indonesia — IHSG melemah 0,85 persen ke level 5.885 dan rupiah terkoreksi ke sekitar Rp17.930 per dolar Amerika Serikat pada 13 Oktober 2026 di Jakarta.
Mengapa ini penting: Investor dan pelaku pasar menghadapi perubahan indeks saham serta nilai tukar rupiah pada perdagangan 13 Oktober 2026.
Pergerakan itu menjadi perkembangan terbaru setelah IHSG pada 7 Oktober 2026 ditutup turun 0,75 persen ke level 6.146,72. Pada perdagangan 13 Oktober, sentimen terhadap indeks MSCI disebut membayangi pergerakan saham, sementara perkembangan global tetap menjadi perhatian investor.
Pergerakan pasar
CNBC Indonesia melaporkan pelemahan IHSG pada 13 Oktober terjadi pada pukul 10.03 WIB. Pada saat itu, rupiah juga melemah ke sekitar Rp17.930 per dolar Amerika Serikat.
Dalam perdagangan 7 Oktober, IHSG turun 46,20 poin atau 0,75 persen ke level 6.146,72. Data yang dikutip CNBC Indonesia menunjukkan rupiah ditutup pada Rp17.875 per dolar Amerika Serikat, menguat 0,08 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp17.890.
Data penutupan IHSG pada 7 Oktober juga dilaporkan Liputan6 dan Kontan. Liputan6 mencatat indeks bergerak pada rentang tertinggi 6.214,76 dan terendah 6.136,19 pada hari itu, sedangkan Kontan menyebut tekanan jual bersih investor asing berlanjut.
Perkembangan pada 13 Oktober menunjukkan tekanan pasar berlanjut, dengan perhatian investor tertuju pada sentimen MSCI dan faktor global.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Rupiah Fluktuatif di Jakarta, Pasar Cermati Minyak dan Yield Global
Rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif pada 12 Oktober 2026. Pasar mencermati harga minyak, imbal hasil global, serta data inflasi Amerika Serikat.
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





