IHSG Tertekan akibat MSCI
IHSG ditutup turun 11,57 persen pada 16 Oktober 2026 ke level 5.185,10. Investor mencermati tekanan dari rencana perubahan klasifikasi MSCI dan pelemahan rupiah.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak setelah penutupan 16 Oktober 2026 di level 5.185,10.
Tim riset Phintraco Sekuritas menyebut tekanan terhadap IHSG masih berkaitan dengan rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market atau pasar berkembang menjadi standalone market atau pasar mandiri. Rencana tersebut masih dalam tahap konsultasi publik.
Bisnis.com melaporkan IHSG turun 11,57 persen pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan indeks ditutup pada level 5.185,10. Tekanan pasar juga diperberat pelemahan rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS.
Analisis Phintraco Sekuritas menyebut IHSG dapat menguji level psikologis 5.000 pada pekan berikutnya.
Tekanan MSCI menjadi perhatian investor Indonesia
Perubahan klasifikasi MSCI menjadi risiko utama yang dicermati pelaku pasar karena dapat memengaruhi persepsi investor terhadap aksesibilitas dan tata kelola pasar saham Indonesia. Pergerakan indeks pada pekan depan juga akan dipengaruhi kemampuan pasar meredam aksi jual serta perkembangan kebijakan ekonomi domestik.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21 Oktober 2026 menjadi agenda penting berikutnya. Investor akan mencermati arah kebijakan suku bunga di tengah tekanan terhadap rupiah. Data pertumbuhan kredit juga dipantau pada tanggal yang sama, sedangkan data uang beredar dalam arti luas atau M2 Money Supply dijadwalkan pada 23 Oktober 2026.
Pengamat pasar modal Teguh Hidayat, dalam laporan RMOL, memperkirakan IHSG masih dapat terkoreksi pada awal pekan depan. Ia menilai indeks tidak akan jatuh hingga level 4.000 dan pemulihan akan bergantung pada langkah konkret pemerintah serta otoritas pasar modal dalam merespons perhatian MSCI.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Gaya Hidup
Summit Wisata Ramah Muslim Dibuka di Jakarta dalam ISEF 2026
Indonesia Muslim-Friendly Travel Summit dibuka pada 16 Oktober 2026 di JICC Jakarta dalam rangkaian ISEF 2026. Festival terbuka untuk publik hingga 18…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





