Kabar18.com

Selasa, 13 Oktober 2026

IHSG Tertekan, Danantara Siapkan US$ 1 Miliar hingga 2026

IHSG tertekan aksi jual saham grup konglomerasi dan kekhawatiran perubahan klasifikasi MSCI. Danantara menyiapkan tambahan investasi sekitar US$ 1 miliar hingga akhir 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Ponsel pintar dengan grafik saham dan dokumen keuangan di atas meja kerja.
Ilustrasi: Ponsel pintar dengan grafik saham dan dokumen keuangan di atas meja kerja. · Foto: Leeloo The First / Pexels

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada Selasa, 13 Oktober 2026, seiring aksi lepas portofolio pada saham-saham grup konglomerasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan perubahan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI.

Data BEI yang dikutip Liputan6 menunjukkan IHSG pada penutupan perdagangan sebelumnya merosot 2,59 persen menjadi 5.936,14. Indeks sempat berada di level tertinggi 6.128,72 dan terendah 5.917,39. KabarBursa melaporkan IHSG kembali melemah pada pembukaan perdagangan 13 Oktober 2026, turun 40,01 poin atau 0,67 persen ke level 5.896,14.

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menilai tekanan utama berasal dari aksi lepas portofolio pada saham-saham berkapitalisasi besar milik grup konglomerasi. Spekulasi mengenai penyesuaian bobot atau sanksi MSCI turut membuat investor lebih berhati-hati. Penguatan Indeks Dolar AS juga disebut memperberat sentimen pasar, sementara rupiah tertekan 0,08 persen di kisaran 17.913 per dolar Amerika Serikat.

Danantara berpotensi menjadi penopang pasar domestik

Di tengah tekanan tersebut, Danantara membuka peluang masuk ke pasar saham apabila koreksi dipicu sentimen eksternal sementara dan valuasi aset dinilai menarik. Danantara menyiapkan tambahan investasi sekitar US$ 1 miliar hingga akhir 2026, dengan realisasi yang bergantung pada kondisi pasar serta peluang yang sesuai dengan strategi pengelolaan portofolio.

Reuters, sebagaimana dikutip sejumlah laporan, menyebut Danantara telah menempatkan sekitar US$ 3 miliar pada instrumen saham dan obligasi di pasar domestik maupun internasional. Lembaga itu juga tetap mensyaratkan analisis fundamental dan uji tuntas sebelum mengambil keputusan investasi.

Tekanan pasar berpotensi berlanjut apabila MSCI menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontier market. Hasil evaluasi MSCI dijadwalkan diumumkan pada November 2026. Bagi investor domestik, perkembangan tersebut membuat pergerakan saham berkapitalisasi besar, kondisi rupiah, dan keputusan Danantara menjadi faktor yang perlu dipantau.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.