IHSG Tertekan di Jakarta, Investor Cermati Risiko MSCI
IHSG berada di level 5.885,81 pada pukul 09.00 WIB, turun 0,85 persen. Investor mencermati sentimen MSCI dan risiko perubahan status Indonesia menjadi frontier market.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 5.885,81 pada pukul 09.00 WIB, Selasa (13/10/2026), turun 0,85 persen dari penutupan sebelumnya.
IHSG dibuka di level 5.914,98, turun sekitar 21,17 poin atau 0,36 persen. Setelah pembukaan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.915,00 sebelum tertekan ke titik terendah 5.881,75. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 5.885,81 atau melemah 50,34 poin.
Pergerakan pasar mencerminkan perhatian investor terhadap sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI), risiko geopolitik, dan kemungkinan perubahan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market. Sentimen MSCI masih membayangi pergerakan IHSG.
Mengapa tekanan IHSG perlu dicermati pembaca
Perubahan IHSG menjadi indikator penting bagi pasar modal dan keputusan investasi di Indonesia. Tekanan pada indeks dapat memengaruhi sentimen terhadap saham domestik, terutama ketika investor menunggu arah kebijakan MSCI dan mencermati risiko eksternal.
Ketidakpastian kebijakan MSCI menjadi salah satu faktor yang menekan pasar saham domestik. Angka tersebut menunjukkan bahwa tekanan berlanjut setelah posisi pukul 09.00 WIB, meski waktu pengukuran dan level indeks berbeda.
Pasar juga mencermati evaluasi indeks MSCI yang disebut akan diumumkan pada 11 November 2026. Risiko yang diperhatikan investor mencakup perubahan klasifikasi pasar Indonesia serta kebijakan terkait pembekuan sejumlah perubahan indeks MSCI.
Perkembangan berikutnya bergantung pada arah kebijakan MSCI dan respons investor terhadap sentimen pasar.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pemerintahan
KPK Gelar Operasi Tangkap Tangan Terkait Dugaan Korupsi di BNPB
KPK membenarkan operasi tangkap tangan di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Tim mengamankan uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan logam mulia, semen…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga




