Imparsial Soroti Profesionalisme TNI pada HUT ke-81 di Jakarta
Imparsial menilai reformasi militer sejak 1998 masih menghadapi perluasan peran TNI di ranah sipil, kekerasan, dan lemahnya pengawasan. Lembaga itu mendesak reformasi peradilan militer.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Imparsial menyoroti persoalan profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam momentum HUT ke-81 TNI di Jakarta, Minggu (4/10/2026). Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra menyebut cita-cita reformasi militer sejak 1998 belum sepenuhnya terwujud.
Menurut Imparsial, persoalan itu terlihat dari meluasnya peran militer di ruang sipil, penguatan struktur komando teritorial, berulangnya kasus kekerasan, serta lemahnya pengawasan dan akuntabilitas kebijakan terkait militer. Lembaga tersebut menilai perluasan peran TNI ke ranah pemerintahan sipil berpotensi memengaruhi demokrasi, hak asasi manusia, penegakan hukum, dan supremasi sipil.
Imparsial juga menyoroti rencana pembentukan komando daerah militer baru, perluasan struktur komando teritorial, dan pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP). Menurut lembaga itu, langkah tersebut berlawanan dengan semangat reformasi TNI dan tidak memiliki urgensi pertahanan yang jelas.
Reformasi militer terkait langsung dengan supremasi sipil
Isu ini penting bagi pembaca karena menyangkut batas peran institusi pertahanan dalam pemerintahan sipil, penegakan hukum, serta perlindungan hak asasi manusia. Imparsial menyatakan TNI yang profesional harus berfokus pada pertahanan negara, tunduk kepada otoritas sipil, menghormati hukum dan hak asasi manusia, serta dapat dimintai pertanggungjawaban.
Dalam momentum HUT ke-81 TNI, Imparsial mendesak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menuntaskan reformasi peradilan militer, termasuk merevisi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer. Lembaga itu juga mendesak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghentikan ekspansi komando teritorial dan pembangunan BTP.
Selain itu, Imparsial mendorong reformasi pendidikan dan pembinaan prajurit. Ardi menyatakan pemimpin politik belum berhasil mewujudkan TNI sebagai alat pertahanan negara yang profesional, modern, dan sejahtera.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Hiburan
NCT 127 Gelar Konser di Indonesia Arena Jakarta
NCT 127 menggelar konser tur kelima bertajuk NEO CITY: JAKARTA – THE REDLINE di Indonesia Arena, Jakarta, pada 3 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB.
Terbaru di Pertahanan

Berita utama hari ini

Baca juga





