Kabar18.com

Minggu, 4 Oktober 2026

Imparsial Soroti Profesionalisme TNI pada HUT ke-81 di Jakarta

Imparsial menilai reformasi militer sejak 1998 masih menghadapi perluasan peran TNI di ranah sipil, kekerasan, dan lemahnya pengawasan. Lembaga itu mendesak reformasi peradilan militer.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Jakarta — Imparsial menyoroti persoalan profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam momentum HUT ke-81 TNI di Jakarta, Minggu (4/10/2026). Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra menyebut cita-cita reformasi militer sejak 1998 belum sepenuhnya terwujud.

Menurut Imparsial, persoalan itu terlihat dari meluasnya peran militer di ruang sipil, penguatan struktur komando teritorial, berulangnya kasus kekerasan, serta lemahnya pengawasan dan akuntabilitas kebijakan terkait militer. Lembaga tersebut menilai perluasan peran TNI ke ranah pemerintahan sipil berpotensi memengaruhi demokrasi, hak asasi manusia, penegakan hukum, dan supremasi sipil.

Imparsial juga menyoroti rencana pembentukan komando daerah militer baru, perluasan struktur komando teritorial, dan pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP). Menurut lembaga itu, langkah tersebut berlawanan dengan semangat reformasi TNI dan tidak memiliki urgensi pertahanan yang jelas.

Reformasi militer terkait langsung dengan supremasi sipil

Isu ini penting bagi pembaca karena menyangkut batas peran institusi pertahanan dalam pemerintahan sipil, penegakan hukum, serta perlindungan hak asasi manusia. Imparsial menyatakan TNI yang profesional harus berfokus pada pertahanan negara, tunduk kepada otoritas sipil, menghormati hukum dan hak asasi manusia, serta dapat dimintai pertanggungjawaban.

Dalam momentum HUT ke-81 TNI, Imparsial mendesak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menuntaskan reformasi peradilan militer, termasuk merevisi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer. Lembaga itu juga mendesak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghentikan ekspansi komando teritorial dan pembangunan BTP.

Selain itu, Imparsial mendorong reformasi pendidikan dan pembinaan prajurit. Ardi menyatakan pemimpin politik belum berhasil mewujudkan TNI sebagai alat pertahanan negara yang profesional, modern, dan sejahtera.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pertahanan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.