Kabar18.com

Selasa, 29 September 2026

Indonesia dan Rusia Jajaki Teknologi Digital di Jakarta

Indonesia dan Rusia menjajaki kerja sama satelit serta kecerdasan artifisial di Jakarta. Pembahasan dapat meluas ke mesin pencari, komputasi awan, riset, dan layanan digital.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Antena parabola komunikasi satelit berukuran besar dengan latar belakang langit biru berawan tipis.
Ilustrasi: Antena parabola komunikasi satelit berukuran besar dengan latar belakang langit biru berawan tipis. · Foto: Jake Heinemann / Pexels

Jakarta — Indonesia dan Federasi Rusia menjajaki kerja sama teknologi pada 23 September 2026 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, dengan pembahasan yang mencakup teknologi satelit dan kecerdasan artifisial.

Penjajakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi digital dan memperluas akses digital di Indonesia. Pertemuan berlangsung dalam bentuk Courtesy Call dengan Administrasi Presiden Federasi Rusia.

Menurut Bisnis.com, peluang kerja sama dapat dikembangkan ke teknologi mesin pencari, kecerdasan artifisial, komputasi awan, riset, talenta, dan layanan digital. Yandex disebut memiliki pengalaman dalam pengembangan mesin pencari dan kecerdasan artifisial, sementara pemerintah Indonesia sebelumnya membuka peluang kerja sama dengan perusahaan tersebut.

Mengapa kerja sama ini penting bagi pembaca

Peluang pengembangan layanan digital Rusia di Indonesia berkaitan dengan pilihan teknologi yang tersedia bagi masyarakat, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha.

Dalam pembahasan awal, kerja sama Indonesia-Rusia juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia serta riset dan pengembangan teknologi satelit. Delegasi Rusia menawarkan program pendidikan dan pembangunan laboratorium di Indonesia agar mahasiswa dapat mempelajari dan mengoperasikan teknologi satelit secara langsung.

Selain satelit, kecerdasan artifisial dibahas untuk mendukung sektor pendidikan dan meningkatkan literasi digital masyarakat. Pembicaraan itu menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi bidang kerja sama yang dapat dikembangkan, termasuk satelit, kecerdasan artifisial, riset dan inovasi, serta talenta digital.

Bisnis.com melaporkan bahwa pemerintah perlu menyusun kajian mengenai transfer teknologi, tata kelola data, dan model bisnis sebelum kerja sama dikembangkan lebih jauh.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.