Indonesia dan Rusia Jajaki Teknologi Digital di Jakarta
Indonesia dan Rusia menjajaki kerja sama satelit serta kecerdasan artifisial di Jakarta. Pembahasan dapat meluas ke mesin pencari, komputasi awan, riset, dan layanan digital.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Indonesia dan Federasi Rusia menjajaki kerja sama teknologi pada 23 September 2026 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, dengan pembahasan yang mencakup teknologi satelit dan kecerdasan artifisial.
Penjajakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi digital dan memperluas akses digital di Indonesia. Pertemuan berlangsung dalam bentuk Courtesy Call dengan Administrasi Presiden Federasi Rusia.
Menurut Bisnis.com, peluang kerja sama dapat dikembangkan ke teknologi mesin pencari, kecerdasan artifisial, komputasi awan, riset, talenta, dan layanan digital. Yandex disebut memiliki pengalaman dalam pengembangan mesin pencari dan kecerdasan artifisial, sementara pemerintah Indonesia sebelumnya membuka peluang kerja sama dengan perusahaan tersebut.
Mengapa kerja sama ini penting bagi pembaca
Peluang pengembangan layanan digital Rusia di Indonesia berkaitan dengan pilihan teknologi yang tersedia bagi masyarakat, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha.
Dalam pembahasan awal, kerja sama Indonesia-Rusia juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia serta riset dan pengembangan teknologi satelit. Delegasi Rusia menawarkan program pendidikan dan pembangunan laboratorium di Indonesia agar mahasiswa dapat mempelajari dan mengoperasikan teknologi satelit secara langsung.
Selain satelit, kecerdasan artifisial dibahas untuk mendukung sektor pendidikan dan meningkatkan literasi digital masyarakat. Pembicaraan itu menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi bidang kerja sama yang dapat dikembangkan, termasuk satelit, kecerdasan artifisial, riset dan inovasi, serta talenta digital.
Bisnis.com melaporkan bahwa pemerintah perlu menyusun kajian mengenai transfer teknologi, tata kelola data, dan model bisnis sebelum kerja sama dikembangkan lebih jauh.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kesehatan
Kasus Influenza Indonesia Capai 1.527 hingga Minggu ke-38
Kementerian Kesehatan mencatat 1.527 kasus positif influenza dari 8.757 spesimen hingga minggu ke-38 2026. Positivity rate mencapai 56 persen dan osel…
Terbaru di Teknologi
Berita utama hari ini

Baca juga





