Kabar18.com

Selasa, 20 Oktober 2026

Indonesia Dorong Reformasi DK PBB dari Jakarta

Menlu Arrmanatha Nasir menyatakan Indonesia akan mendorong reformasi DK PBB lewat pencalonan sebagai anggota tidak tetap periode 2029–2030. Pernyataan disampaikan di Jakarta pada 19 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Jakarta — Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir menyatakan pada Senin, 19 Oktober 2026, Indonesia akan mendorong pembaruan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) melalui pencalonan sebagai anggota tidak tetap untuk periode 2029–2030. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat.

Arrmanatha, yang disapa Tata, mengatakan reformasi PBB tidak dimaksudkan untuk melemahkan organisasi tersebut. Menurut dia, pembaruan diperlukan agar lembaga itu lebih efektif, representatif, dan mampu menghasilkan solusi bagi persoalan dunia.

Dalam pernyataan pers bersama, Tata menyoroti penggunaan hak veto oleh anggota tetap DK PBB. Ia menegaskan dewan semestinya menjadi ruang untuk mencari solusi, bukan tempat penggunaan veto. Guterres juga menyoroti persoalan tersebut dan menilai reformasi DK PBB diperlukan agar lembaga itu lebih mencerminkan realitas dunia saat ini.

Pencalonan Indonesia membawa isu reformasi ke forum keamanan global

Bagi Indonesia, pencalonan sebagai anggota tidak tetap periode 2029–2030 menjadi jalur untuk mendorong DK PBB yang lebih berdampak, representatif, dan berorientasi pada tujuan. Gagasan itu disampaikan ketika Guterres bertemu langsung dengan Menlu RI di Jakarta.

DK PBB memiliki lima anggota tetap, yaitu Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis. Anggota tetap memiliki hak veto terhadap rancangan resolusi substantif. Penggunaan hak tersebut dapat membuat dewan buntu ketika kepentingan negara-negara besar berhadapan.

Guterres menyambut dorongan reformasi yang disampaikan Indonesia. Ia juga menilai Indonesia merupakan suara penting dalam upaya memperbarui DK PBB dan memperkuat peran negara berkembang dalam pengambilan keputusan internasional.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.