Indonesia Siapkan Tambahan Pusat Data 1,3 Gigawatt untuk AI
Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat kapasitas operasional pusat data Indonesia 580 megawatt. Tambahan 1,3 gigawatt dalam pipeline berpotensi menarik investasi hingga Rp357 triliun.
Oleh Pandi Muktar
· 1 menit baca
Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat kapasitas operasional pusat data Indonesia mencapai 580 megawatt pada 9 Oktober 2026, sementara tambahan kapasitas 1,3 gigawatt dalam pipeline investasi berpotensi menarik investasi US$15 miliar hingga US$20 miliar.
Informasi itu disampaikan dalam pembahasan infrastruktur kecerdasan artifisial (AI) Indonesia pada Indonesia International Sustainability Forum 2026. Nilai potensi tersebut disebut setara kurang lebih Rp357 triliun. Angka itu dikaitkan dengan peningkatan kapasitas pusat data dan kebutuhan komputasi untuk pengembangan AI.
Kapasitas 580 megawatt merupakan kapasitas pusat data yang telah beroperasi. Adapun 1,3 gigawatt merujuk pada tambahan kapasitas yang masih berada dalam pipeline investasi. Rentang nilai US$15 miliar hingga US$20 miliar menjadi perkiraan investasi untuk tambahan kapasitas tersebut.
Investasi pusat data memperluas infrastruktur ekonomi digital
Investasi pusat data berhubungan dengan kebutuhan komputasi, jaringan, energi, pembangunan fasilitas, teknologi, pemeliharaan, dan tenaga kerja terampil. Penguatan kapasitas itu menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur AI Indonesia.
Kapasitas pusat data operasional Indonesia sekitar 580 megawatt dan tambahan 1,3 gigawatt berada dalam pipeline investasi. Pipeline itu mewakili potensi investasi US$15 miliar hingga US$20 miliar.
Perkembangan yang perlu dipantau adalah realisasi tambahan kapasitas 1,3 gigawatt dan investasi yang menyertainya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Teknologi
Pemprov Jawa Barat Hentikan Sementara Proyek Data Center BDx di Jatiluhur
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghentikan sementara pembangunan pusat data BDx di Jatiluhur pada 30 September 2026 karena dokumen AMDAL dan Persetuj…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga




