Kabar18.com

Sabtu, 3 Oktober 2026

Inflasi September 2026 Naik Jadi 3,28 Persen di Indonesia

BPS mencatat inflasi tahunan Indonesia pada September 2026 sebesar 3,28 persen, naik dari 3,19 persen pada Agustus. Inflasi bulanan mencapai 0,30 persen, dengan cabai sebagai salah satu pendorong.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan cabai merah segar yang tampak mengilap dari jarak dekat.
Ilustrasi: Tumpukan cabai merah segar yang tampak mengilap dari jarak dekat. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia secara tahunan mencapai 3,28 persen pada September 2026, meningkat dari 3,19 persen pada Agustus, dalam data yang disampaikan pada 1 Oktober 2026.

Inflasi bulanan September tercatat 0,30 persen. Data BPS menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 111,97 pada Agustus 2026 menjadi 112,31 pada September 2026.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu pendorong inflasi. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut cabai rawit memberi andil inflasi terbesar dalam kelompok tersebut, yakni 0,08 persen. Cabai merah memberi andil 0,06 persen, sedangkan daging ayam ras memberi andil 0,05 persen.

Inflasi pangan menjadi perhatian rumah tangga

Perubahan harga komoditas pangan berpengaruh langsung terhadap pengeluaran rumah tangga. Selain cabai, komoditas yang disebut dalam data BPS sebagai penyumbang inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau meliputi ikan segar, ayam, beras, minyak goreng, susu kental manis, daging sapi, telur ayam ras, dan kangkung.

Secara tahunan, inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat 4,37 persen dan memberikan andil 1,28 poin persentase terhadap inflasi keseluruhan. Inflasi pangan bergejolak tercatat 5,03 persen secara tahunan, sedangkan inflasi inti berada pada 2,84 persen.

Data tersebut menjadi konteks bagi perkembangan harga kebutuhan sehari-hari pada awal Oktober. Laporan yang tersedia menyebut angka inflasi September dan komoditas pendorongnya, tetapi tidak memuat langkah lanjutan tertentu setelah pengumuman data tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.