Kabar18.com

Kamis, 1 Oktober 2026

Inflasi Tahunan Indonesia Mencapai 3,28 Persen pada September 2026

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia pada September 2026 sebesar 0,30 persen secara bulanan dan 3,28 persen secara tahunan. Inflasi tahun kalender mencapai 2,17 persen.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Beberapa buah cabai merah tergeletak di atas kain bermotif dengan bayangan daun.
Ilustrasi: Beberapa buah cabai merah tergeletak di atas kain bermotif dengan bayangan daun. · Foto: Karl K / Pexels

Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia sebesar 0,30 persen secara bulanan dan 3,28 persen secara tahunan pada September 2026.

Data tersebut disampaikan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Inflasi bulanan tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,97 pada Agustus 2026 menjadi 112,31 pada September 2026. Secara tahun kalender, inflasi tercatat 2,17 persen.

Perubahan harga pada September menjadi indikator penting bagi perkembangan biaya hidup rumah tangga. Laporan yang tersedia menyebut kenaikan harga pangan, transportasi, serta perawatan pribadi sebagai pendorong inflasi tahunan. Komoditas pangan yang disorot dalam laporan lain mencakup cabai rawit, daging ayam, beras, dan telur.

Inflasi September menjadi acuan daya beli dan kebijakan ekonomi

Bagi pembaca di Indonesia, inflasi memengaruhi pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari dan menjadi salah satu data yang dipantau dalam menilai kondisi daya beli. Kenaikan IHK menunjukkan perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga, sedangkan perbandingan tahunan memberikan gambaran tekanan harga dibandingkan September 2025.

Data BPS juga menunjukkan IHK September 2026 berada pada 112,31, dibandingkan 108,74 pada September 2025. Angka-angka tersebut menjadi konteks bagi pembahasan arah kebijakan ekonomi dan pemantauan harga nasional.

Laporan yang tersedia tidak merinci keputusan kebijakan moneter lanjutan atau jadwal tindakan berikutnya. Perkembangan inflasi bulan berikutnya dan perubahan harga pangan, transportasi, serta komponen konsumsi lain akan menjadi data lanjutan yang relevan untuk dipantau.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.