Irman Gusman: Pariwisata Harus Buka Peluang Usaha Anak Nagari
Senator asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menegaskan keberhasilan pariwisata tak hanya diukur dari jumlah wisatawan, tetapi juga dampaknya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka peluang usaha bagi generasi muda.
Oleh Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
PADANG— Senator asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menegaskan keberhasilan pariwisata tak hanya diukur dari jumlah wisatawan, tetapi juga dampaknya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka peluang usaha bagi generasi muda.
Hal itu disampaikannya saat memberikan keynote speech pada konferensi internasional ICCFBT dan IHTC 2026 di Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (9/10/2026).
“Hotel bisa penuh, tetapi petani, perajin, dan usaha kecil di sekitarnya masih kesulitan menjangkau pasar. Peluang pariwisata harus diterjemahkan menjadi hubungan usaha nyata,” ujar Anggota Komite I DPD RI tersebut.
Menurut Ketua Dewan Pengawas DPP IKM ini, sektor kuliner, fesyen, dan budaya tradisional perlu dipadukan dalam paket wisata agar wisatawan tinggal lebih lama dan belanja mereka mengalir langsung ke ekonomi lokal.
“Keberhasilannya akan diukur dari peningkatan pendapatan warga, pembelian produk lokal, kualitas pekerjaan, kepuasan masyarakat, dan kelestarian lingkungan. Program yang berhasil akan kita perluas, dan yang belum berhasil kita perbaiki berdasarkan bukti (evidence-based),” jelasnya.
Untuk mewujudkannya, Irman mengusulkan Kesepakatan Penciptaan Nilai Ekonomi Lokal (Local Value Creation Compact) antara investor, pemerintah, dan masyarakat—misalnya melalui kontrak pasokan hotel dari petani lokal dengan pendampingan mutu dari perguruan tinggi.
Ia juga menantang UNP, UiTM Malaysia, Pemda, dan pelaku usaha untuk menjalankan program percontohan bersama 100 hari di satu destinasi terpilih pascakonferensi.
“Generasi muda harus diberi ruang menjadi pengusaha kuliner, perancang busana, pemandu wisata, hingga pengembang digital agar kekayaan daerah menjadi sumber penghidupan bermartabat bagi anak nagari,” kata Irman. (Tim)
Baca berikutnya
Terbaru di Pariwisata

Lalu Lintas Sekitar JIS Direkayasa Saat Konser Avenged Sevenfold
Dishub DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas terbatas di sekitar JIS pada 10 Oktober 2026, pukul 13.00 hingga 22.00 WIB, selama konser Avenge…
Berita utama hari ini

Baca juga


