ITSEC Peringatkan Serangan Siber Berbasis AI dari Jakarta
ITSEC Asia memperingatkan bahwa agen AI dapat mengotomatisasi serangan siber dan memungkinkan satu peretas menargetkan ribuan perusahaan serta individu sekaligus.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — Perusahaan keamanan siber ITSEC memperingatkan ancaman serangan siber berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang makin masif dalam konferensi pers AICX 2026, Jumat, 9 Oktober 2026. Teknologi agen AI memungkinkan pelaku mengotomatisasi berbagai tahapan serangan dan menargetkan ribuan perusahaan serta individu secara bersamaan.
President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan penggunaan AI oleh penyerang membuat serangan seperti ransomware, phishing, dan rekayasa sosial dapat dijalankan dengan kecepatan serta daya rusak lebih besar. Menurut dia, satu peretas dapat menyerang ribuan perusahaan dan individu sekaligus.
ITSEC menilai organisasi perlu memperkuat pertahanan digital dengan teknologi AI agar mampu menghadapi pola serangan yang juga memanfaatkan otomatisasi. Patrick menyebut pertahanan tanpa AI tidak lagi memadai ketika pelaku kejahatan siber menggunakan teknologi serupa untuk memperluas jangkauan serangan.
Pertahanan digital perlu mengikuti otomatisasi serangan
Ancaman tersebut relevan bagi perusahaan, lembaga keuangan, dan organisasi lain di Indonesia karena serangan otomatis dapat memperluas sasaran tanpa peningkatan jumlah pelaku secara sebanding. Ransomware dapat mengganggu sistem, sementara phishing dan rekayasa sosial dapat menyasar individu.
Dalam konferensi pers AICX 2026 di Jakarta, ITSEC menjelaskan bahwa agen AI dapat menjalankan tahapan serangan tanpa kendali manual penuh. Perusahaan dan organisasi karena itu didorong mengintegrasikan AI ke dalam sistem keamanan siber, bukan hanya menggunakannya untuk kebutuhan operasional.
ITSEC juga menilai pola serangan digital berkembang seiring meluasnya pemanfaatan AI. Teknologi pertahanan perlu dirancang untuk mengimbangi kecepatan dan skala serangan tersebut. Laporan terkait tidak menyebut langkah lanjutan khusus setelah peringatan ini.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Teknologi
Karangasem Belum Terima Pengajuan Resmi Pusat Data AI Biznet
Pemkab Karangasem belum menerima informasi resmi Biznet tentang wacana pusat data AI. Pemerintah daerah menilai rencana itu perlu dikaji, terutama ter…
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





