Kabar18.com

Sabtu, 10 Oktober 2026

ITSEC Peringatkan Serangan Siber Berbasis AI dari Jakarta

ITSEC Asia memperingatkan bahwa agen AI dapat mengotomatisasi serangan siber dan memungkinkan satu peretas menargetkan ribuan perusahaan serta individu sekaligus.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan antarmuka data dan grafik berwarna hijau menyala pada layar komputer.
Ilustrasi: Tampilan antarmuka data dan grafik berwarna hijau menyala pada layar komputer. · Foto: Tima Miroshnichenko / Pexels

Jakarta — Perusahaan keamanan siber ITSEC memperingatkan ancaman serangan siber berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang makin masif dalam konferensi pers AICX 2026, Jumat, 9 Oktober 2026. Teknologi agen AI memungkinkan pelaku mengotomatisasi berbagai tahapan serangan dan menargetkan ribuan perusahaan serta individu secara bersamaan.

President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan penggunaan AI oleh penyerang membuat serangan seperti ransomware, phishing, dan rekayasa sosial dapat dijalankan dengan kecepatan serta daya rusak lebih besar. Menurut dia, satu peretas dapat menyerang ribuan perusahaan dan individu sekaligus.

ITSEC menilai organisasi perlu memperkuat pertahanan digital dengan teknologi AI agar mampu menghadapi pola serangan yang juga memanfaatkan otomatisasi. Patrick menyebut pertahanan tanpa AI tidak lagi memadai ketika pelaku kejahatan siber menggunakan teknologi serupa untuk memperluas jangkauan serangan.

Pertahanan digital perlu mengikuti otomatisasi serangan

Ancaman tersebut relevan bagi perusahaan, lembaga keuangan, dan organisasi lain di Indonesia karena serangan otomatis dapat memperluas sasaran tanpa peningkatan jumlah pelaku secara sebanding. Ransomware dapat mengganggu sistem, sementara phishing dan rekayasa sosial dapat menyasar individu.

Dalam konferensi pers AICX 2026 di Jakarta, ITSEC menjelaskan bahwa agen AI dapat menjalankan tahapan serangan tanpa kendali manual penuh. Perusahaan dan organisasi karena itu didorong mengintegrasikan AI ke dalam sistem keamanan siber, bukan hanya menggunakannya untuk kebutuhan operasional.

ITSEC juga menilai pola serangan digital berkembang seiring meluasnya pemanfaatan AI. Teknologi pertahanan perlu dirancang untuk mengimbangi kecepatan dan skala serangan tersebut. Laporan terkait tidak menyebut langkah lanjutan khusus setelah peringatan ini.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.