John Oyler Bangun Raksasa Obat Kanker BeOne Medicines
John V. Oyler membangun BeOne Medicines dari pengalaman konsultasi dan modal pribadi. Forbes memperkirakan kekayaannya sekitar US$ 2,1 miliar pada 15 Oktober 2026.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Amerika Serikat — John V. Oyler membangun BeOne Medicines, perusahaan bioteknologi kanker global yang didirikan pada 2010, dari pengalaman sebagai konsultan manajemen dan keberanian mengambil risiko besar.
Oyler merupakan salah satu pendiri, ketua, dan CEO BeOne Medicines. Perusahaan itu sebelumnya bernama BeiGene dan didirikan Oyler bersama ilmuwan Xiaodong Wang. Forbes mencatat kekayaan bersih Oyler sekitar US$ 2,1 miliar per 15 Oktober 2026. Liputan6 mengonversinya menjadi sekitar Rp 37,62 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.917 per US$.
Oyler tidak menempuh pendidikan kedokteran formal. Ia meraih pendidikan teknik mekanik di Massachusetts Institute of Technology dan gelar Master of Business Administration dari Stanford Graduate School of Business. Kariernya dimulai di firma konsultasi manajemen McKinsey & Company pada awal 1990-an.
Sebelum mendirikan BeiGene, Oyler terlibat dalam sejumlah perusahaan rintisan, termasuk Telephia dan BioDuro. Ia kemudian mengarahkan pengembangan perusahaan pada obat kanker dan model riset yang berupaya mempercepat uji klinis serta memperluas akses pasien.
Langkah berisiko terbesar Oyler terjadi ketika ia mempertaruhkan tabungan dan kekayaan pribadi US$ 10 juta untuk membiayai tahap awal pendirian perusahaan pada 2010. BeOne kemudian berkembang menjadi perusahaan global dengan lebih dari 11.000 karyawan dan operasi di lebih dari 40 lokasi pada enam benua.
BeOne menunjukkan dampak inovasi bioteknologi bagi pembaca Indonesia
Kisah BeOne relevan bagi pembaca Indonesia karena memperlihatkan bagaimana perusahaan bioteknologi dapat tumbuh dari riset, pendanaan awal, dan pengembangan obat kanker menjadi bisnis global. Perusahaan telah mengembangkan terapi onkologi, termasuk Brukinsa untuk kanker darah.
BeOne tercatat melantai di Nasdaq pada 2016 dan mencatatkan saham di Hong Kong dua tahun kemudian. EY menyebut perusahaan tersebut memiliki lebih dari 70 persetujuan pasar per kuartal pertama 2025 untuk tiga obat yang dikembangkan secara internal.
BeOne Medicines melanjutkan penelitian, pengembangan, dan perluasan akses terhadap terapi kanker di berbagai negara.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Inspirasi

FIKSI 2026 Memasuki Hari Terakhir di Undiksha Buleleng
FIKSI 2026 memasuki hari terakhir di Undiksha, Buleleng, pada 16 Oktober. Festival ini diikuti 110 tim dari 86 sekolah Indonesia dan satu sekolah Mala…
Berita utama hari ini


