Johor Tutup Sekolah 12–16 Oktober akibat Kabut Asap
Pemerintah Johor menutup sekolah dan institusi pendidikan pada 12–16 Oktober 2026 setelah kabut asap memburuk. Pembelajaran dialihkan ke rumah dan penilaian ditunda.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Johor Bahru — Pemerintah Johor memperpanjang penutupan seluruh sekolah dan institusi pendidikan di Johor, Malaysia, pada 12–16 Oktober 2026 karena kabut asap yang memburuk.
Keputusan itu disampaikan Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Johor Dr Muhammad Naqib Md Ghazali pada 10 Oktober 2026. Penutupan lima hari tersebut merupakan perpanjangan setelah sekolah di Johor lebih dulu ditutup pada 8 dan 9 Oktober akibat kualitas udara yang memburuk.
Menurut pemerintah Johor, keputusan itu mengikuti titah Wali Johor Tunku Mahkota Ismail dan mempertimbangkan proyeksi pergerakan angin dari Kalimantan, Indonesia, pada 13–15 Oktober. Pergerakan tersebut berpotensi membawa polusi udara lintas batas dan memperpanjang kabut asap.
Selama penutupan, sekolah dan institusi pendidikan menjalankan pengajaran dan pembelajaran berbasis rumah (PdPR) jika diperlukan. Kegiatan penilaian atau evaluasi yang semula dijadwalkan pada periode tersebut ditunda dan dijadwalkan ulang mengikuti arahan Departemen Pendidikan Johor serta otoritas terkait.
Penutupan Johor menunjukkan dampak lintas batas kabut asap
Penutupan sekolah di Johor menjadi perkembangan yang relevan bagi pembaca Indonesia karena laporan Bernama mengaitkan risiko penurunan kualitas udara dengan proyeksi angin dari Kalimantan. Dengan demikian, dampak kabut asap tidak berhenti di wilayah sumber kebakaran, tetapi dapat memengaruhi negara tetangga dan aktivitas pendidikan.
Bernama melaporkan indeks polusi udara di Johor berada pada kisaran 170–180 ketika keputusan perpanjangan diumumkan. Detik juga melaporkan bahwa asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta Sumatera meluas ke Singapura dan Malaysia, sementara sekolah di Johor masih ditutup ketika sejumlah wilayah lain mulai membuka sekolah secara bertahap.
Departemen Pendidikan Negara Bagian Johor akan menerbitkan pemberitahuan harian mengenai perpanjangan penutupan, sesuai persyaratan administratif dan arahan Kementerian Pendidikan Malaysia. Sekolah berasrama penuh dapat mengizinkan siswa pulang berdasarkan keputusan kepala sekolah, dengan mempertimbangkan penilaian risiko, keselamatan, dan kesejahteraan siswa.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Politik
Prabowo Bahas Penanganan Karhutla Saat Asap Selimuti Musi Rawas
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Jakarta untuk membahas penanganan karhutla. Pada hari yang sama, kabut asap masih menyelimuti Mus…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





