Jokowi Sebut Operasi Politik di Balik Polemik Ijazah di Solo
Joko Widodo menyebut polemik ijazah dirinya dan Gibran di Solo kembali ditunggangi operasi politik serta penumpang gelap. Ia mengatakan serangan itu bisa menyasar keduanya.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Solo — Joko Widodo kembali menyebut polemik ijazah dirinya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai operasi politik yang ditunggangi penumpang gelap di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026).
Jokowi mengatakan isu tersebut dapat digunakan untuk menurunkan reputasi politik dirinya dan Gibran. Ia juga menyebut serangan dalam polemik itu bisa menyasar keduanya. Pernyataan itu disampaikan saat Jokowi menanggapi tuduhan terkait ijazah dirinya dan putra sulungnya.
Menurut Jokowi, polemik tersebut kembali ramai setelah ada pihak yang menungganginya. Ia tidak merinci siapa pihak yang dimaksud sebagai penumpang gelap atau siapa yang berada di balik operasi politik tersebut.
Polemik ijazah dinilai dapat memengaruhi reputasi politik
Jokowi menyatakan operasi politik itu bisa diarahkan untuk menurunkan reputasi politik seseorang. Dalam konteks polemik ijazah, ia menyebut sasaran serangan dapat dirinya, Gibran, atau keduanya.
Gibran merupakan Wakil Presiden Republik Indonesia. Polemik yang dibahas Jokowi berkaitan dengan tuduhan mengenai ijazah dirinya dan dokumen ijazah Gibran. Jokowi mengatakan isu tersebut juga berpotensi menutup atau mengalihkan perhatian dari isu lain.
Pernyataan di Solo itu melanjutkan sikap Jokowi yang sebelumnya menyebut adanya operasi politik di balik polemik ijazah. Ia kembali menekankan adanya penumpang gelap yang ikut menunggangi persoalan tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Hukum
KPK Dikabarkan Amankan Bupati Klaten dalam OTT
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dikabarkan diamankan KPK dalam OTT pada 15 Oktober 2026. Perkara dan status hukum pihak yang diperiksa belum dijel…
Terbaru di Politik

Berita utama hari ini

Baca juga





