Juda Agung Dorong Indonesia Manfaatkan Bonus Demografi di Jakarta
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyebut Indonesia memiliki waktu 10-15 tahun untuk mengubah bonus demografi menjadi manfaat ekonomi melalui pendidikan, keterampilan, kesehatan, dan lapangan kerja.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan Indonesia memiliki waktu sekitar 10-15 tahun untuk memanfaatkan bonus demografi sebelum penduduk menua, dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026).
Juda mengatakan besarnya penduduk usia produktif dapat menjadi modal bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, kondisi itu tidak otomatis berubah menjadi keuntungan ekonomi. Menurut dia, peluang tersebut perlu ditopang peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, kesehatan, serta ketersediaan lapangan kerja.
Ia memperingatkan Indonesia dapat kehilangan momentum apabila penciptaan lapangan kerja tidak mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja. Risiko lain muncul ketika keterampilan tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan industri dan produktivitas berjalan lambat.
Bonus demografi menentukan daya tahan ekonomi Indonesia
Bagi pembaca di Indonesia, isu ini berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia dan peluang kerja pada masa mendatang. Penduduk usia produktif yang besar hanya menjadi keunggulan apabila memperoleh pendidikan, keterampilan, layanan kesehatan, dan kesempatan kerja yang memadai.
Juda juga menyatakan Indonesia tidak boleh mengalami penuaan penduduk sebelum mencapai status negara kaya. Ia menjelaskan rasio ketergantungan diperkirakan kembali meningkat setelah periode 2035-2040. Dalam kondisi tersebut, penduduk produktif harus menanggung beban penduduk nonproduktif yang semakin besar.
Pernyataan itu menempatkan pemanfaatan bonus demografi sebagai agenda ekonomi nasional. Pemerintah perlu memastikan pertumbuhan angkatan kerja diikuti penciptaan pekerjaan dan peningkatan produktivitas, sementara dunia pendidikan dan pelatihan perlu menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan industri.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Pemerintah Siapkan 12 Lelang SBN untuk Pembiayaan APBN 2026
Pemerintah menjadwalkan 12 kali lelang SBN reguler pada kuartal IV-2026. Kementerian Keuangan juga menyiapkan potensi pinjaman program US$1,8 miliar d…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga




