Kabar18.com

Rabu, 14 Oktober 2026

Kabut Asap Indonesia Ganggu Penerbangan Malaysia dan Kesehatan Singapura

Firefly memperpanjang pembatalan penerbangan Kuala Lumpur–Singapura hingga 14 Oktober 2026. Singapura kembali memberi subsidi perawatan kesehatan terkait kabut asap.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan gedung-gedung bertingkat perkotaan yang diselimuti kabut tebal berwarna jingga kekuningan.
Ilustrasi: Pemandangan gedung-gedung bertingkat perkotaan yang diselimuti kabut tebal berwarna jingga kekuningan. · Foto: Angelyn Sanjorjo / Pexels

Kuala Lumpur — Maskapai Malaysia Firefly membatalkan penerbangan rute Kuala Lumpur–Singapura hingga 14 Oktober 2026, sementara pemerintah Singapura mengaktifkan kembali subsidi perawatan kesehatan terkait kabut asap pada 14 Oktober 2026 akibat asap kebakaran hutan dan lahan Indonesia.

Firefly memperpanjang penangguhan penerbangan antara Bandara Sultan Abdul Aziz Shah dekat Kuala Lumpur dan Bandara Seletar di Singapura. Maskapai menyebut pembatalan tersebut sebagai langkah keselamatan karena kabut asap menurunkan kualitas udara dan jarak pandang di kawasan.

Di Singapura, indeks kualitas udara mencapai 193 pada Selasa, 13 Oktober 2026. Pemerintah mengaktifkan skema yang memungkinkan warga memperoleh perawatan dengan biaya terjangkau untuk kondisi kesehatan yang berkaitan dengan kabut asap. Skema itu terakhir diberlakukan pada 2015, ketika asap kebakaran Indonesia menyelimuti Asia Tenggara selama berminggu-minggu.

Kabut asap mengganggu perjalanan dan layanan kesehatan regional

Dampak kebakaran meluas ke Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Asap dari kebakaran di Kalimantan dan Sumatra bergerak melintasi perbatasan, memicu gangguan penerbangan serta kekhawatiran kesehatan di negara-negara tetangga. Laporan juga menyebut kabut asap telah menyebabkan puluhan ribu kasus gangguan pernapasan.

Malaysia mengalami gangguan lain berupa penutupan sekolah di sebagian wilayah, meski sekolah di sebagian besar negara bagian kembali dibuka ketika kualitas udara sedikit membaik. Di Indonesia, jarak pandang yang buruk menghambat operasi pemadaman udara, termasuk pengeboman air dan penyemaian awan di Kalimantan Tengah.

Perkembangan berikutnya yang disebut dalam laporan adalah rencana Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan untuk mengangkat isu polusi lintas batas dalam pertemuan para menteri luar negeri Asia Tenggara di Manila bulan depan. Pusat Meteorologi Khusus ASEAN memperkirakan hujan di Semenanjung Malaysia serta sebagian Sumatra dan Borneo dapat mengurangi kabut asap di sejumlah area, meski cuaca kering tetap berisiko memperpanjang polusi lintas batas.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.