Kabar18.com

Selasa, 13 Oktober 2026

Kalender Bali 13 Oktober Dukung Usaha, Hindari Bangun Rumah

Kalender Bali mencatat Anggara Pon Kelawu pada Selasa, 13 Oktober 2026. Sejumlah perhitungan mendukung usaha, pertanian, dan pembangunan tempat suci, tetapi tidak pembangunan rumah pada waktu tertentu.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Ukiran batu berlumut khas Bali di antara tanaman hias.
Ilustrasi: Ukiran batu berlumut khas Bali di antara tanaman hias. · Foto: Pragyan Bezbaruah / Pexels

Denpasar — Kalender Bali menetapkan Selasa, 13 Oktober 2026 sebagai Anggara Pon Kelawu, dengan sejumlah perhitungan ala ayuning dewasa untuk aktivitas usaha, pertanian, dan pembangunan tempat suci di Bali.

Perhitungan tersebut membedakan kegiatan yang dinilai baik dan kurang baik pada hari itu. Amerta Gati disebut baik untuk memulai usaha dan bercocok tanam. Ayu Badra juga dinilai baik untuk memulai usaha, bercocok tanam, dan membangun. Amerta Dewa baik untuk pelaksanaan Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya, pembangunan tempat suci atau ibadah, serta pembuatan lumbung dan dapur.

Di sisi lain, Agni Agung Doyan Basmi disebut bersifat panas sehingga tidak baik untuk membangun rumah, terutama mengatapi rumah, karena dinilai mudah terbakar. Carik Walangati juga dinilai tidak baik untuk pernikahan, atiwa-tiwa atau ngaben, dan pembangunan rumah. Geni Rawana disebut baik untuk pekerjaan yang menggunakan api, tetapi tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, dan bercocok tanam.

Kalender menjadi rujukan aktivitas adat dan keseharian

Dalam tradisi Bali, ala ayuning dewasa digunakan untuk melihat kecocokan waktu bagi kegiatan tertentu. Perhitungannya menggabungkan unsur penanggalan tradisional seperti wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa. Nilai alahing dewasa yang lebih rendah dipandang lebih utama dalam penentuan hari.

Kalender Bali juga digunakan masyarakat untuk kegiatan keagamaan, usaha, pertanian, pernikahan, dan kelahiran. Untuk kegiatan ritual adat atau keputusan penting, laporan yang dirujuk menyebut perlunya menyesuaikan perhitungan dengan konteks spiritual dan lokal.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.