Kabar18.com

Kamis, 22 Oktober 2026

Karhutla Gunung Lawu Meluas hingga 490 Hektare

Kebakaran Gunung Lawu meluas menjadi 490 hektare, sedangkan api Gunung Sumbing merembet ke Magelang. Wonosobo menetapkan status tanggap darurat dan pemadaman udara diupayakan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kabut tebal dan asap tipis menyelimuti lereng bukit berhutan pinus.
Ilustrasi: Kabut tebal dan asap tipis menyelimuti lereng bukit berhutan pinus. · Foto: Raul Ling / Pexels

Karanganyar — Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, meluas hingga 490 hektare pada Rabu, 21 Oktober 2026, sementara api di Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, menjalar ke wilayah Kabupaten Magelang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar menyebut luas area terbakar di lereng Lawu meningkat dari sekitar 200 hektare menjadi 490 hektare. Pemadaman dilakukan dengan metode water bombing karena medan sulit dan wilayah terdampak luas. Upaya pada 21 Oktober terkendala cuaca; dari rencana empat kali penerbangan, hanya dua kali dapat dilakukan pada pukul 07.30 dan 08.30 WIB.

Di Gunung Sumbing, kebakaran yang sebelumnya berlangsung di wilayah Wonosobo dan Temanggung merembet ke Magelang. Perbedaan angka tersebut mengikuti cakupan wilayah dan waktu pelaporan masing-masing sumber.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo menaikkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat. Keputusan itu ditujukan untuk memperkuat koordinasi penanganan karhutla dan memungkinkan dukungan operasi water bombing.

Kebakaran meluas membutuhkan koordinasi lintas daerah

Perambatan api ke Magelang membuat penanganan tidak hanya menjadi urusan satu kabupaten. Sebanyak 67 personel digerakkan di wilayah Magelang untuk membuat sekat api agar api tidak semakin meluas. Di kawasan Sumbing, pemadaman juga dilakukan oleh personel gabungan melalui jalur darat.

Gunung Sumbing berada di tiga wilayah, yakni Temanggung, Magelang, dan Wonosobo. Di sisi Lawu, luas kebakaran dan sulitnya medan meningkatkan kebutuhan terhadap pemadaman dari udara. Kondisi cuaca menjadi salah satu kendala pelaksanaan operasi, sehingga efektivitas pemadaman bergantung pada keamanan penerbangan dan perkembangan titik api.

Tim gabungan masih memadamkan titik api yang tersisa di Gunung Sumbing, sedangkan operasi water bombing di Gunung Lawu terus diupayakan. Pemerintah daerah dan petugas lintas instansi melanjutkan penanganan sesuai perkembangan kebakaran di lapangan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.