Kabar18.com

Selasa, 13 Oktober 2026

Karhutla Kalimantan Picu Kabut Asap ke Malaysia dan Singapura

Karhutla di Kalimantan membawa kabut asap ke Malaysia dan Singapura. Kementerian Kehutanan mencatat 793 titik panas berkepercayaan tinggi hingga 10 Oktober pukul 21.00 WIB.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan perbukitan berkabut dengan pepohonan tropis dan daun kelapa di latar depan saat senja.
Ilustrasi: Pemandangan perbukitan berkabut dengan pepohonan tropis dan daun kelapa di latar depan saat senja. · Foto: Ludvig Hedenborg / Pexels

Kalimantan — Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan memicu kabut asap yang melintasi perbatasan dan mengganggu kualitas udara Malaysia serta Singapura pada 12 Oktober 2026. Kementerian Kehutanan mencatat 793 titik panas berkepercayaan tinggi di Indonesia hingga 10 Oktober pukul 21.00 WIB.

Asap dari Kalimantan terpantau bergerak menuju Sabah, Semenanjung Malaysia, dan Singapura. Laporan ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC), pusat meteorologi khusus ASEAN, menyebut kabut asap dengan intensitas sedang hingga pekat berada di sebagian Kalimantan, Sarawak, Semenanjung Malaysia, Singapura, dan Sumatra bagian selatan.

Di Singapura, Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) melaporkan asap dari Sumatra bagian selatan dan Kalimantan Barat bergerak menuju negara tersebut. Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam berada pada rentang 112-155, yang masuk kategori tidak sehat.

Kabut asap mengganggu kualitas udara lintas negara

Data Kementerian Kehutanan menunjukkan Kalimantan Tengah memiliki 288 titik panas, Kalimantan Barat 44 titik, dan Kalimantan Selatan 28 titik hingga 10 Oktober pukul 21.00 WIB. Angka tersebut menjadi bagian dari total titik panas berkepercayaan tinggi di Indonesia.

Pergerakan asap dipengaruhi angin dari tenggara atau selatan serta kondisi kering yang masih berlangsung di sebagian Sumatra selatan dan Kalimantan. ASMC memperkirakan risiko kabut asap lintas negara tetap perlu diwaspadai selama pola angin mendukung perpindahan asap.

Kondisi ini berdampak langsung pada pembaca di Indonesia karena kualitas udara dan aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan dapat dipengaruhi sebaran asap dari sumber kebakaran. Perubahan arah angin dan perkembangan titik panas menjadi faktor yang menentukan perluasan dampak ke negara tetangga.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.