Kabar18.com

Minggu, 18 Oktober 2026

Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Lawu Ditangani 244 Personel

Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, meluas hingga sekitar 100 hektare. Sebanyak 244 personel dikerahkan, sementara medan terjal dan angin kencang menghambat pemadaman.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan pohon pinus yang hangus terbakar di lereng bukit berbatu dengan latar langit cerah.
Ilustrasi: Deretan pohon pinus yang hangus terbakar di lereng bukit berbatu dengan latar langit cerah. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Gondosuli — Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, masih ditangani tim gabungan pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Sebanyak 244 personel dikerahkan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas.

Mengapa ini penting: Kebakaran telah membakar sekitar 100 hektare hutan dan membuat seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu ditutup selama penanganan.

Menurut laporan CNN Indonesia dan Liputan6, medan terjal, akses darat yang sulit, serta angin kencang menghambat pemadaman. Personel gabungan berasal dari Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Perum Perhutani, Basarnas, dan relawan.

Kebakaran terjadi di kawasan hutan lereng Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Laporan RRI menyebut api pertama kali diketahui pada 15 Oktober 2026 di kawasan hutan lindung yang mencakup Petak 28, Petak 32, dan Petak 62C.

Hingga 17 Oktober, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 100 hektare. Pemadaman dilakukan secara manual dengan membuat sekat bakar dan memukul titik api menggunakan peralatan sederhana karena kendaraan pemadam dan tangki air tidak dapat mencapai lokasi.

BPBD Karanganyar berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemadaman melalui udara. Seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu juga masih ditutup untuk mengantisipasi keselamatan masyarakat dan pendaki, menurut DetikJateng.

Tim gabungan melanjutkan pemadaman dan penyekatan di sejumlah titik. Pemerintah daerah dan aparat terkait juga mengupayakan dukungan water bombing untuk menjangkau area yang sulit dicapai dari darat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.