Kekeringan Berdampak pada 395.438 Warga di Jawa Timur
BPBD Jawa Timur mencatat 24 dari 29 kabupaten/kota berpotensi kekeringan telah menetapkan status darurat. Sebanyak 36.009 kepala keluarga terdampak dan 13.835 ritase air bersih disiapkan.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jawa Timur — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur menyebut 24 kabupaten/kota menetapkan status darurat kekeringan hingga 29 September 2026. Penetapan itu mencakup wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan di provinsi tersebut.
Mengapa ini penting: Sebanyak 395.438 jiwa terdampak dan distribusi 13.835 ritase air bersih disiapkan ketika 24 kabupaten/kota menetapkan status darurat kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan 36.009 kepala keluarga atau sekitar 395.438 jiwa terdampak kekeringan. BPBD menyiapkan 13.835 ritase air bersih untuk didistribusikan ke wilayah terdampak.
Menurut laporan Detik Jatim, jumlah daerah yang menetapkan status darurat tersebut masih sama dengan perkembangan sebelumnya. Potensi kekeringan tercatat di 29 kabupaten/kota di Jawa Timur.
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyatakan pengaruh El Nino memperkuat dan memperpanjang musim kemarau pada 2026. Pemantauan hingga 20 September menunjukkan hari tanpa hujan berturut-turut di sejumlah wilayah telah masuk kategori kekeringan ekstrem, yakni lebih dari 60 hari.
BMKG memprakirakan musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat di sejumlah wilayah. Analisis yang dikutip CNBC Indonesia menyebut awal musim hujan mundur di 529 zona musim atau 61,08 persen luas daratan Indonesia.
Distribusi air bersih
BPBD Jawa Timur terus menyalurkan air bersih ke daerah yang terdampak. Data jumlah ritase tersebut merupakan persiapan distribusi yang disampaikan BPBD dalam perkembangan penanganan kekeringan pada 29 September 2026.
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur memperkirakan kondisi kering masih berlangsung pada September hingga November, dengan curah hujan berada pada kategori bawah normal hingga normal. Sebagian wilayah Jawa Timur diperkirakan baru memasuki musim hujan pada akhir 2026, sedangkan kawasan Tapal Kuda berpotensi mengalaminya pada Januari 2027.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
BMKG Peringatkan Gelombang hingga 2,5 Meter di Jawa Tengah
BMKG memperingatkan gelombang 1,25–2,5 meter di sejumlah perairan Jawa Tengah pada 29 September 2026. Rob hingga 0,8 meter diprakirakan terjadi di pan…
Terbaru di Daerah

Baca juga





