Kabar18.com

Minggu, 11 Oktober 2026

Kemdiktisaintek Buka Survei Publik tentang Arah PTN

Kemdiktisaintek membuka survei publik tentang arah perguruan tinggi berdasarkan kualitas, keterjangkauan, dan kuantitas. Stella Christie menekankan biaya kuliah murah atau gratis harus menjaga gaji dosen dan dana riset.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Ruang kuliah bertingkat yang kosong dengan deretan bangku kayu tua dan papan tulis.
Ilustrasi: Ruang kuliah bertingkat yang kosong dengan deretan bangku kayu tua dan papan tulis. · Foto: Sonny Vermeer / Pexels

Nasional — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi membuka survei publik tentang arah perguruan tinggi negeri pada 10 Oktober 2026. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengajak mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum mengisi survei tersebut.

Mengapa ini penting: Survei memberi ruang bagi publik untuk menentukan arah perguruan tinggi, sementara rencana kuliah gratis berkaitan dengan UKT, gaji dosen, dana riset, dan anggaran negara.

Survei itu membahas posisi dan strategi perguruan tinggi Indonesia berdasarkan tiga aspek: kualitas, keterjangkauan, dan kuantitas. Kemdiktisaintek menyediakan dua pertanyaan, yakni posisi perguruan tinggi Indonesia saat ini serta strategi yang seharusnya dipilih.

Menurut laporan detikEdu, survei tersebut berkaitan dengan wacana pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri. Stella mengatakan masyarakat menginginkan uang kuliah tunggal yang murah atau gratis, tetapi kebijakan itu harus tetap menjaga gaji dosen dan pendanaan riset.

“Kita inginnya UKT murah atau bahkan gratis. Tapi, gaji dosen harus tinggi dan juga dana riset harus banyak,” kata Stella, seperti dikutip detikEdu dari unggahan resmi Stella pada 10 Oktober 2026.

Stella menyebut kualitas, keterjangkauan, dan kuantitas membentuk tiga aspek yang sulit dipenuhi secara bersamaan. Pemerintah perlu menentukan strategi agar perluasan akses pendidikan tinggi tidak mengurangi mutu perguruan tinggi atau dukungan terhadap riset.

Wacana kuliah gratis sebelumnya juga dikaitkan dengan rencana pembebasan UKT dan uang pangkal di PTN. Banjarmasin Post melaporkan Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan penerapan wacana tersebut.

Namun, Tuti dari Universitas Airlangga menilai kuliah gratis tidak otomatis menghapus ketimpangan pendidikan. Ia menyebut kebijakan itu perlu disertai pemerataan akses pendidikan dasar dan menengah, perluasan beasiswa, serta kebijakan yang berfokus pada kesetaraan dan keadilan.

Dalam laporan terpisah, Kemdiktisaintek menghitung kebutuhan anggaran untuk menggratiskan seluruh PTN mencapai Rp93.742.969.840.000. Angka itu mencakup 2.833.169 mahasiswa pada program vokasi dan akademik jenjang D3, D4, serta S1.

Survei Kemdiktisaintek menjadi sarana bagi publik untuk menyampaikan pilihan mengenai arah pengembangan perguruan tinggi. Hasil dan tindak lanjut kebijakan tetap bergantung pada keputusan pemerintah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Pendidikan

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.