Kabar18.com

Rabu, 30 September 2026

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Pancasila di Bandung

Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila di Bandung melalui pembelajaran mendalam, budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata peserta didik.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seorang pemuda berkacamata sedang menulis di buku catatan di dalam ruang kelas yang sepi.
Ilustrasi: Seorang pemuda berkacamata sedang menulis di buku catatan di dalam ruang kelas yang sepi. · Foto: Gera Cejas / Pexels

Bandung — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pendidikan Pancasila melalui pembelajaran mendalam, budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembiasaan di Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pendidikan Pancasila tidak cukup berorientasi pada pengetahuan. Nilainya perlu tercermin dalam perilaku peserta didik sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan nyata.

Penguatan itu dilakukan melalui pembelajaran mendalam (deep learning) dan optimalisasi kurikulum tersembunyi (hidden curriculum). Pendekatan tersebut ditujukan agar nilai Pancasila hadir dalam aktivitas dan budaya sekolah, bukan hanya dalam pembelajaran di kelas.

Selain pembelajaran, pemerintah menekankan peran kegiatan ekstrakurikuler, keteladanan, pembiasaan, serta kegiatan kolaboratif. Sekolah diharapkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengalami dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila.

Mengapa penguatan pendidikan Pancasila penting bagi pembaca

Kebijakan ini berkaitan langsung dengan pengalaman belajar peserta didik dan pembentukan karakter di sekolah. Bagi keluarga dan satuan pendidikan, penerapan nilai Pancasila mencakup perilaku keseharian, budaya lingkungan sekolah, dan kegiatan di luar kelas.

Pendidikan Pancasila ditempatkan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik. Penguatan nasionalisme juga diarahkan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan yang mendukung kehidupan sesuai nilai Pancasila.

Abdul Mu'ti menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan di Bandung, Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa penguatan kurikulum tersembunyi diperlukan agar konteks dan implementasi mata pelajaran menjadi lebih kuat, sehingga nilai Pancasila tidak berhenti sebagai pengetahuan.

Penguatan tersebut juga mencakup pembelajaran mendalam, kurikulum tersembunyi, dan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung penanaman nilai Pancasila. Pembahasan berlangsung dalam lokakarya akademik di Bandung pada Selasa (29/9/2026).

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pendidikan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.