Kemenkes Catat 283.270 Kasus ISPA akibat Karhutla
Kementerian Kesehatan mencatat 283.270 kasus ISPA akibat karhutla di tujuh provinsi pada 18 Agustus–13 Oktober 2026. Kalimantan Selatan mencatat angka tertinggi.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Jakarta — Kementerian Kesehatan mencatat 283.270 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi pada 18 Agustus hingga 13 Oktober 2026.
Data kumulatif tersebut mencakup 63 kabupaten/kota. Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Then Suyanti menyampaikan data itu dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Dari total tersebut, 219.559 kasus dialami warga berusia di atas lima tahun, sedangkan 63.711 kasus terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun. Data itu dihimpun hingga Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 13.30 WIB.
Kalimantan Selatan mencatat jumlah kasus tertinggi, yakni 74.636 kasus. Sumatra Selatan berada di urutan berikutnya dengan 74.458 kasus.
Kasus ISPA tersebar di tujuh provinsi terdampak karhutla
Kementerian Kesehatan juga menyebut terdapat 12 daerah berbahaya yang tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatra Selatan, dan Riau. Laporan lain mengenai data kementerian menyebut tujuh provinsi terdampak karhutla mencakup Jambi, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Rincian kasus berdasarkan provinsi menunjukkan Kalimantan Selatan dan Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan catatan tertinggi. Angka tersebut menggambarkan beban gangguan pernapasan yang tercatat selama periode pengumpulan data, terutama pada kelompok usia di atas lima tahun.
Informasi berikutnya mengenai penanganan lanjutan atau perubahan jumlah kasus belum disebutkan dalam laporan yang tersedia.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
BMKG: Sebagian Besar Indonesia Masih Kering hingga 19 Oktober
BMKG menyatakan sebagian besar wilayah Indonesia masih kering pada 13–19 Oktober 2026. Kondisi itu meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan…
Terbaru di Kesehatan

Berita utama hari ini

Baca juga




