Kabar18.com

Selasa, 29 September 2026

Kemenkes Jelaskan Penanganan Flu Ringan di Indonesia

Kementerian Kesehatan menyatakan flu ringan umumnya membaik dengan istirahat dan cukup cairan. Antivirus seperti oseltamivir diprioritaskan bagi pasien berat atau kelompok rentan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Teh hangat dituangkan ke dalam cangkir kaca di samping toples madu di atas meja kayu.
Ilustrasi: Teh hangat dituangkan ke dalam cangkir kaca di samping toples madu di atas meja kayu. · Foto: Gundula Vogel / Pexels

Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Selasa, 29 September 2026, menjelaskan bahwa flu ringan umumnya dapat ditangani dengan istirahat dan perawatan suportif, sedangkan obat antivirus diprioritaskan bagi pasien dengan gejala berat atau kelompok rentan.

Menurut Kemenkes, sebagian besar kasus influenza bersifat self-limiting disease, yaitu dapat membaik dengan sendirinya. Penanganan awal mencakup istirahat yang cukup dan pemenuhan kebutuhan cairan. Kasus ringan tidak memerlukan pengobatan medis yang kompleks.

Obat antivirus seperti oseltamivir tidak ditujukan untuk batuk pilek biasa dan tidak dianjurkan dikonsumsi tanpa pemeriksaan atau resep dokter. Penggunaannya ditentukan berdasarkan kondisi klinis serta pertimbangan tenaga kesehatan.

Mengapa informasi ini penting bagi pembaca

Penjelasan tersebut memberi panduan bagi masyarakat untuk membedakan perawatan flu ringan dari kondisi yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Antivirus diprioritaskan bagi pasien influenza berat, terutama yang membutuhkan bantuan oksigen, serta kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.

Kelompok rentan yang disebut dalam laporan meliputi anak kecil, lansia, ibu hamil, pasien dengan penyakit penyerta, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Untuk kelompok tersebut, keputusan penggunaan antivirus tetap memerlukan penilaian dokter.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli atau menggunakan oseltamivir secara mandiri. Pemberian obat harus mengikuti pemeriksaan dan pertimbangan medis, karena tidak semua pasien influenza membutuhkan antivirus.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.