Kabar18.com

Sabtu, 10 Oktober 2026

Kemenkes Soroti Akses Layanan Depresi di Jakarta

Kementerian Kesehatan menyebut sembilan dari 10 orang dengan depresi belum terjangkau layanan kesehatan. Data SKI 2023 mencatat prevalensi 1,4 persen pada penduduk di atas 15 tahun.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kursi santai berwarna krem dan lilin di atas meja kecil yang tersorot cahaya matahari.
Ilustrasi: Kursi santai berwarna krem dan lilin di atas meja kecil yang tersorot cahaya matahari. · Foto: Sami Raad / Pexels

Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut sembilan dari 10 orang dengan depresi belum terjangkau layanan kesehatan dalam keterangan di Jakarta, 9 Oktober 2026.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dikutip Kemenkes menunjukkan prevalensi depresi pada penduduk berusia di atas 15 tahun mencapai 1,4 persen. Jumlah tersebut diperkirakan sekitar 2,5 juta hingga 3 juta orang, tetapi baru 12,7 persen yang mendapatkan pengobatan.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengatakan kesenjangan layanan masih besar. Beban tertinggi disebut berada pada kelompok anak muda berusia 15 hingga 24 tahun.

Kemenkes mendorong keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat membangun lingkungan yang aman serta inklusif bagi individu dengan keragaman cara kerja otak. Pemerintah juga memperluas layanan kesehatan jiwa hingga tingkat pelayanan kesehatan primer.

Akses layanan menentukan penanganan depresi

Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar orang dengan depresi belum menerima layanan kesehatan yang diperlukan. Bagi pembaca, informasi ini menegaskan pentingnya mengenali kebutuhan kesehatan jiwa dan memastikan akses bantuan tidak berhenti pada kelompok yang sudah terlayani.

Hasil skrining yang disampaikan Kemenkes menunjukkan indikasi gejala depresi tertinggi ditemukan pada kelompok ibu hamil dan ibu nifas sebesar 7,1 persen. Kelompok usia sekolah dan remaja tercatat sebesar 2,3 persen.

Kemenkes menyatakan perluasan layanan kesehatan jiwa dilakukan melalui fasilitas kesehatan primer. Langkah ini ditujukan untuk mempersempit kesenjangan pengobatan dan mendekatkan bantuan kepada masyarakat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.