Kemenkeuangan Kembangkan Dasbor AI untuk Pantau Aset Wajib Pajak Beraset Besar
Kementerian Keuangan mengembangkan dasbor berbasis kecerdasan buatan untuk memetakan individu, keluarga, perusahaan, aset, dan hubungan kepemilikan wajib pajak beraset besar.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — Kementerian Keuangan mengembangkan dasbor berbasis kecerdasan buatan untuk memantau perubahan kekayaan wajib pajak dengan kekayaan bersih tinggi di Jakarta pada 13 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Petugas pajak akan memperoleh pemantauan lebih cepat atas perubahan aset dan kepemilikan saham wajib pajak beraset besar setelah fitur AI diterapkan.
Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman mengatakan pemerintah sedang menyelesaikan tahap akhir penambahan fitur AI ke dalam sistem tersebut. Dasbor itu memuat profil individu, keluarga, perusahaan, aset, serta hubungan kepemilikan di antara seluruh entitas tersebut.
Menurut Liputan6, teknologi itu dirancang membaca berita dan keterbukaan informasi perusahaan yang berkaitan dengan individu serta perusahaan mereka. Sistem juga dapat mendeteksi aksi korporasi, seperti merger, akuisisi, dan penjualan saham.
Informasi tersebut akan digunakan untuk memperbarui nilai kepemilikan saham dan perubahan kekayaan dalam dasbor. Dengan demikian, petugas pajak dapat memantau perubahan ketika terjadi, bukan setelah menunggu satu atau dua tahun.
Pengawasan berbasis data
DetikFinance melaporkan bahwa penggunaan AI itu merupakan bagian dari penguatan pengawasan pajak, termasuk terhadap wajib pajak kategori individu dengan kekayaan bersih tinggi. Sistem tersebut membantu otoritas memetakan aset dan keterkaitan antarperusahaan yang kompleks.
Nurkholisoh menyampaikan pengembangan ini dalam forum The 7th Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum di Jakarta pada 13 Oktober 2026. Pemerintah belum menyebutkan jadwal penerapan penuh dasbor tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Pemerintah Siapkan 12 Lelang SBN untuk Pembiayaan APBN 2026
Pemerintah menjadwalkan 12 kali lelang SBN reguler pada kuartal IV-2026. Kementerian Keuangan juga menyiapkan potensi pinjaman program US$1,8 miliar d…
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





