Kabar18.com

Jumat, 2 Oktober 2026

Kemenpar Dorong Wisata Berbasis Pengalaman di Indonesia

Kementerian Pariwisata memperkuat wisata berbasis pengalaman melalui kuliner, budaya, bahari, wellness, wastra, serta seni untuk memperpanjang lama tinggal dan memperluas manfaat ekonomi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seorang wanita sedang menenun kain tradisional dengan alat tenun bukan mesin di dekat rumah adat.
Ilustrasi: Seorang wanita sedang menenun kain tradisional dengan alat tenun bukan mesin di dekat rumah adat. · Foto: Rudi Chandra / Pexels

Jakarta — Kementerian Pariwisata mendorong wisata berbasis pengalaman di Indonesia pada 2 Oktober 2026 untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat di destinasi.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan wisatawan perlu memperoleh pengalaman yang autentik, personal, dan bermakna, bukan sekadar mengunjungi suatu tempat. Pendekatan ini menjadi bagian dari kampanye Go Beyond Ordinary yang menempatkan lama tinggal dan belanja wisatawan sebagai sasaran selain jumlah kunjungan.

Kementerian Pariwisata mendorong pengalaman yang lebih beragam melalui aktivitas kuliner, budaya, bahari, wellness, wastra, serta art & design tourism. Strategi tersebut juga diarahkan untuk menghubungkan wisatawan dengan masyarakat, produk lokal, pelaku usaha, dan layanan pariwisata di daerah tujuan.

Pengalaman wisata diarahkan memperpanjang lama tinggal

Pengalaman yang beragam diharapkan membuat wisatawan tinggal lebih lama, menjelajahi lebih banyak lokasi, dan menggunakan lebih banyak produk serta jasa di destinasi. Pemerintah tidak lagi mengukur pertumbuhan pariwisata hanya dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari lama tinggal, belanja, serta manfaat ekonomi yang diterima masyarakat lokal.

Dalam pendekatan berbasis pengalaman, pelancong bisnis dan peserta MICE, yaitu meetings, incentives, conferences, and exhibitions, didorong memperpanjang perjalanan dengan tur budaya, kegiatan kuliner, dan aktivitas regional. Pengembangan paket wisata juga perlu menghubungkan destinasi dengan sejarah, budaya, kerajinan, kuliner, dan kehidupan masyarakat setempat.

Program ini dikaitkan dengan arah pariwisata Indonesia menuju 2027. Kementerian Pariwisata menyebut pengembangan pengalaman wisata dapat meningkatkan kualitas perjalanan sekaligus memperluas penyebaran aktivitas ekonomi ke berbagai destinasi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.