Kemenpar Dorong Wisata Berbasis Pengalaman di Indonesia
Kementerian Pariwisata memperkuat wisata berbasis pengalaman melalui kuliner, budaya, bahari, wellness, wastra, serta seni untuk memperpanjang lama tinggal dan memperluas manfaat ekonomi.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Kementerian Pariwisata mendorong wisata berbasis pengalaman di Indonesia pada 2 Oktober 2026 untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat di destinasi.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan wisatawan perlu memperoleh pengalaman yang autentik, personal, dan bermakna, bukan sekadar mengunjungi suatu tempat. Pendekatan ini menjadi bagian dari kampanye Go Beyond Ordinary yang menempatkan lama tinggal dan belanja wisatawan sebagai sasaran selain jumlah kunjungan.
Kementerian Pariwisata mendorong pengalaman yang lebih beragam melalui aktivitas kuliner, budaya, bahari, wellness, wastra, serta art & design tourism. Strategi tersebut juga diarahkan untuk menghubungkan wisatawan dengan masyarakat, produk lokal, pelaku usaha, dan layanan pariwisata di daerah tujuan.
Pengalaman wisata diarahkan memperpanjang lama tinggal
Pengalaman yang beragam diharapkan membuat wisatawan tinggal lebih lama, menjelajahi lebih banyak lokasi, dan menggunakan lebih banyak produk serta jasa di destinasi. Pemerintah tidak lagi mengukur pertumbuhan pariwisata hanya dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari lama tinggal, belanja, serta manfaat ekonomi yang diterima masyarakat lokal.
Dalam pendekatan berbasis pengalaman, pelancong bisnis dan peserta MICE, yaitu meetings, incentives, conferences, and exhibitions, didorong memperpanjang perjalanan dengan tur budaya, kegiatan kuliner, dan aktivitas regional. Pengembangan paket wisata juga perlu menghubungkan destinasi dengan sejarah, budaya, kerajinan, kuliner, dan kehidupan masyarakat setempat.
Program ini dikaitkan dengan arah pariwisata Indonesia menuju 2027. Kementerian Pariwisata menyebut pengembangan pengalaman wisata dapat meningkatkan kualitas perjalanan sekaligus memperluas penyebaran aktivitas ekonomi ke berbagai destinasi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Mulai Beroperasi di Indonesia
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi pada 1 Oktober 2026. Pemerintah menyiapkan gerai untuk menyalurkan barang bersubsidi dan akan men…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





