Kementerian Pariwisata Perkuat Wisata Olahraga di Indonesia
Data Kementerian Pariwisata menunjukkan 194 acara pada 2025 menarik 12,2 juta pengunjung dan melibatkan UMKM. Perputaran ekonomi yang tercatat mencapai Rp 23,76 triliun.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan berbagai acara, termasuk olahraga, untuk memperkuat wisata olahraga di Indonesia pada 2025. Data kementerian yang diberitakan Liputan6.com dan Bisnis.com mencatat 194 acara yang dikaji menarik 12,2 juta pengunjung serta melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Liputan6.com melaporkan, dukungan Kementerian Pariwisata terhadap acara sepanjang 2025 mencakup 217 acara. Dari jumlah itu, 194 acara telah dikaji. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 20.800 UMKM dan menghasilkan perputaran ekonomi Rp 23,76 triliun.
Laporan yang sama menyebut perputaran ekonomi sebesar Rp23,76 triliun pada 2025.
Wisata olahraga membuka dampak ekonomi bagi daerah
Penyelenggaraan acara olahraga dan acara lain di berbagai daerah membuat kegiatan pariwisata tidak hanya berpusat pada kunjungan ke destinasi, tetapi juga terhubung dengan agenda nasional dan internasional. Keterlibatan UMKM menunjukkan adanya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar acara, sementara jumlah pengunjung menggambarkan skala dampaknya terhadap pergerakan wisatawan.
Kementerian Pariwisata menyatakan dukungan terhadap sarana dan prasarana acara nasional serta internasional. Dukungan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan wisata olahraga sebagai penggerak ekonomi nasional.
Selain pengunjung dan UMKM, Liputan6.com melaporkan kegiatan tersebut melibatkan 257.000 tenaga kerja, pelaku seni, dan komunitas. Dampak ekonomi itu disebut dihasilkan melalui dukungan, promosi, serta berbagai program Kementerian Pariwisata.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
SETC Perkuat Kolaborasi untuk Bawa UMKM ke Pasar Ekspor
SETC dan pemerintah memperluas pendampingan UMKM melalui pelatihan, digitalisasi, jejaring, serta akses pembeli luar negeri untuk mendorong ekspor.
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





