Kementerian UMKM Dorong Kolaborasi Cetak Wirausaha Baru di Semarang
Kementerian UMKM menggelar Bursa Wirausaha Unggulan di Semarang pada 7 Oktober 2026. Lebih dari 1.000 peserta mengikuti inkubasi dan pendampingan, sementara penyaluran KUR nasional mencapai Rp243 triliun.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Semarang — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menggelar Bursa Wirausaha Unggulan di Gedung Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang, pada 7 Oktober 2026. Kegiatan itu diikuti lebih dari 1.000 UMKM, mahasiswa, dan calon pengusaha dari Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mengapa ini penting: Lebih dari 1.000 peserta memperoleh akses inkubasi, pendampingan, dan peluang pembiayaan KUR untuk mengembangkan usaha di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mendorong kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga pembiayaan untuk mencetak wirausaha produktif. Menurut dia, pengembangan UMKM perlu disertai akses pembiayaan, pemasaran, dan pendampingan.
Helvi menyampaikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat secara nasional hingga Oktober 2026 mencapai Rp243 triliun kepada 3,77 juta UMKM. Sebanyak 66 persen atau sekitar Rp159 triliun mengalir ke sektor produksi.
Di Jawa Tengah, penyaluran KUR mencapai Rp42,8 triliun kepada sekitar 760 ribu debitur. Penyaluran ke sektor produksi tercatat Rp25,5 triliun.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M Riza Damanik mengatakan peserta program telah menjalani inkubasi dan pendampingan dengan durasi tiga minggu, tiga bulan, hingga enam bulan. Program itu mengarahkan peserta untuk meningkatkan kapasitas usaha dan menjadi wirausaha baru.
Sekitar 700 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi di Jawa Tengah mengikuti program tersebut sebagai calon pengusaha. Kegiatan itu juga melibatkan sekitar 500 UMKM di Jawa Tengah serta menghadirkan lebih dari 30 tenant dan startup hasil inkubasi.
Peserta yang telah melewati proses inkubasi dan pendampingan diarahkan memperoleh akses pembiayaan melalui KUR. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut jumlah UMKM di wilayahnya sekitar 4,2 juta dan mendorong pelaku usaha meningkatkan skala bisnis melalui permodalan, pendampingan, pengemasan, pemasaran, serta akses ke rantai ekspor.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Gaya Hidup
Miss Batik Indonesia 2026 Berlangsung di Surakarta pada 6–10 Oktober
Miss Batik Indonesia 2026 berlangsung di Surakarta pada 6–10 Oktober dengan festival UMKM, karantina finalis, kegiatan budaya, dan Grand Final pada 9…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





