Keterhubungan Investasi Besar dan UMKM Dinilai Masih Lemah
Pemerintah menilai hubungan investasi besar dengan industri menengah dan UMKM masih lemah. Dradjad Hari Wibowo mendorong penguatan rantai pasok, pembiayaan, dan pendampingan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Pemerintah mendorong penguatan keterhubungan investasi berskala besar dengan industri menengah dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Jakarta, Senin (12/10/2026). Dorongan itu disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo.
Dradjad menilai keterkaitan antarskala usaha dan antarindustri masih menjadi pekerjaan rumah. Pemerintah ingin peluang yang tercipta dari investasi dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pelaku usaha domestik melalui rantai pasok, kemitraan produksi, dan perluasan akses pasar.
Menurut Dradjad, Indonesia perlu menjadi basis produksi, bukan sekadar pasar. Karena itu, keterlibatan usaha lokal dalam kegiatan produksi dan industri berskala besar perlu diperkuat agar manfaat investasi tidak hanya dinikmati perusahaan besar.
Rantai pasok menentukan manfaat investasi bagi UMKM
Penguatan rantai pasok memberi ruang bagi UMKM untuk menjadi pemasok bagi industri besar sekaligus meningkatkan skala usaha. Pemerintah juga mendorong penggunaan produk dalam negeri, peningkatan nilai tambah, dan perluasan akses pasar internasional bagi produk lokal.
Dradjad menyebut investasi, konektivitas, dan logistik sebagai unsur yang perlu diperhatikan untuk menekan biaya usaha dan meningkatkan daya saing produk Indonesia. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan antara pelaku usaha dari berbagai skala dan sektor industri.
Langkah pemerintah juga mencakup kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pembiayaan. Dalam laporan terkait, penguatan akses pembiayaan, pemberdayaan, serta pendampingan dipandang sebagai dukungan agar usaha lokal dapat naik skala dan memenuhi kebutuhan rantai pasok industri besar.
Pemerintah turut mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui belanja pemerintah, penyederhanaan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan penguatan pasar lokal. Penguatan keterkaitan usaha diharapkan membuat investasi domestik menciptakan peluang yang lebih besar bagi pelaku UMKM.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
TEP UGM Bantu UMKM Muting Masuk Digipangan.id
Pendampingan TEP UGM membantu warga kawasan transmigrasi Muting, Merauke, memakai AI untuk promosi dan memasukkan produk olahan ke Digipangan.id.
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga



