Kabar18.com

Selasa, 13 Oktober 2026

Keterhubungan Investasi Besar dan UMKM Dinilai Masih Lemah

Pemerintah menilai hubungan investasi besar dengan industri menengah dan UMKM masih lemah. Dradjad Hari Wibowo mendorong penguatan rantai pasok, pembiayaan, dan pendampingan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang berkemeja biru memegang segepok uang kertas dolar Amerika Serikat.
Ilustrasi: Seseorang berkemeja biru memegang segepok uang kertas dolar Amerika Serikat. · Foto: Aukid phumsirichat / Pexels

Jakarta — Pemerintah mendorong penguatan keterhubungan investasi berskala besar dengan industri menengah dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Jakarta, Senin (12/10/2026). Dorongan itu disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo.

Dradjad menilai keterkaitan antarskala usaha dan antarindustri masih menjadi pekerjaan rumah. Pemerintah ingin peluang yang tercipta dari investasi dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pelaku usaha domestik melalui rantai pasok, kemitraan produksi, dan perluasan akses pasar.

Menurut Dradjad, Indonesia perlu menjadi basis produksi, bukan sekadar pasar. Karena itu, keterlibatan usaha lokal dalam kegiatan produksi dan industri berskala besar perlu diperkuat agar manfaat investasi tidak hanya dinikmati perusahaan besar.

Rantai pasok menentukan manfaat investasi bagi UMKM

Penguatan rantai pasok memberi ruang bagi UMKM untuk menjadi pemasok bagi industri besar sekaligus meningkatkan skala usaha. Pemerintah juga mendorong penggunaan produk dalam negeri, peningkatan nilai tambah, dan perluasan akses pasar internasional bagi produk lokal.

Dradjad menyebut investasi, konektivitas, dan logistik sebagai unsur yang perlu diperhatikan untuk menekan biaya usaha dan meningkatkan daya saing produk Indonesia. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan antara pelaku usaha dari berbagai skala dan sektor industri.

Langkah pemerintah juga mencakup kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pembiayaan. Dalam laporan terkait, penguatan akses pembiayaan, pemberdayaan, serta pendampingan dipandang sebagai dukungan agar usaha lokal dapat naik skala dan memenuhi kebutuhan rantai pasok industri besar.

Pemerintah turut mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui belanja pemerintah, penyederhanaan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan penguatan pasar lokal. Penguatan keterkaitan usaha diharapkan membuat investasi domestik menciptakan peluang yang lebih besar bagi pelaku UMKM.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Entrepreneur

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.