Kabar18.com

Selasa, 13 Oktober 2026

Komdigi Fokus Mengatur Adopsi AI, Bukan Memperlambat Pengembangannya

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan Indonesia mengatur pemanfaatan AI di berbagai sektor, bukan keputusan perusahaan global untuk memperlambat pengembangannya.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Foto jarak dekat soket prosesor pada papan sirkuit induk komputer.
Ilustrasi: Foto jarak dekat soket prosesor pada papan sirkuit induk komputer. · Foto: Lenharth Systems / stocksnap (Openverse), CC0

Jakarta Pusat — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan pemerintah Indonesia berfokus mengatur adopsi kecerdasan artifisial (AI) di berbagai sektor, bukan menentukan apakah perusahaan teknologi global memperlambat pengembangannya. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 12 Oktober 2026, di Jakarta Pusat.

Mengapa ini penting: Pemerintah menempatkan pengaturan pemanfaatan AI di berbagai sektor dan keamanan pengembangannya sebagai fokus, bukan pembatasan laju perusahaan teknologi global.

Nezar menilai langkah sejumlah perusahaan global memperlambat pengembangan AI merupakan bagian dari dinamika industri. Menurut dia, perusahaan-perusahaan tersebut kemungkinan sedang mencari model bisnis yang lebih sesuai, sekaligus menghadapi tantangan keamanan.

“Kita tidak mengurus soal bagaimana mereka slow down, ya, tetapi kita mengurus bagaimana adopsinya di sejumlah sektor,” kata Nezar, seperti dikutip Bisnis.com.

Ia juga menilai perlambatan strategi perusahaan tidak serta-merta menunjukkan bahwa pengembangan AI mengalami stagnasi. Langkah tersebut dapat mencerminkan penyesuaian strategi bisnis masing-masing perusahaan.

Arah kebijakan Indonesia

Pernyataan Nezar sejalan dengan sikap Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang disampaikan pada 7 Oktober 2026. Meutya mengatakan Indonesia tidak mendorong perlambatan AI, melainkan penerapan safety by design, yakni memasukkan aspek keamanan sejak tahap awal pengembangan.

Menurut Meutya, pengembangan AI perlu menyediakan waktu untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko sebelum teknologi digunakan secara luas. Ia menegaskan pendekatan tersebut bukan untuk menghentikan inovasi, melainkan agar inovasi berlangsung dengan mitigasi yang memadai.

Komdigi sebelumnya menyatakan pemanfaatan AI di Indonesia diarahkan ke sejumlah sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, jasa keuangan, dan pemerintahan. Pemerintah juga menyiapkan kerangka kebijakan berupa Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial, Peta Jalan AI Nasional, serta Etika AI Nasional yang diproses menjadi peraturan presiden dengan pendekatan berbasis risiko.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.