Kopi Indonesia Berkembang dari Tren Menjadi Budaya
Pelaku industri menilai kopi di Indonesia telah berubah dari tren menjadi gaya hidup dan budaya. Perubahan itu memperluas fungsi kedai kopi sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi usaha makanan dan minuman.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Bisnis kopi di Indonesia berkembang dari tren menjadi gaya hidup dan budaya, menurut penilaian pelaku industri dalam laporan pada 21 September 2026.
Bisnis.com melaporkan kopi kini memiliki peran lebih luas dalam keseharian masyarakat. Kopi tidak hanya menemani rutinitas, tetapi juga hadir dalam momen bersosialisasi dan menjadi bagian dari gaya hidup.
Jacqueline Karina, Business Head of F&B Solutions Indonesia pada Olam Food Ingredients (OFI), mengatakan perubahan itu berlangsung bertahap. Menurut dia, kopi pada awalnya merupakan tren, kemudian menjadi gaya hidup, dan kini berkembang menjadi budaya. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta Utara pada 17 September 2026.
Perubahan perilaku konsumen juga terlihat dari fungsi kedai kopi. RCTI+ melaporkan kedai kopi tidak lagi hanya menjadi tempat membeli minuman, tetapi juga ruang bertemu, bekerja, berdiskusi, dan berkumpul bersama komunitas. Laporan itu mengutip Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa yang menyebut kopi semakin lekat dengan gaya hidup, terutama di kalangan generasi muda.
Mengapa perkembangan budaya kopi penting bagi pembaca
Perubahan tersebut membantu menjelaskan mengapa usaha kopi berhadapan dengan peluang sekaligus tantangan baru. Ketika kopi menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya, pelaku usaha tidak hanya menawarkan minuman, tetapi juga pengalaman serta ruang interaksi sosial.
Bagi pembaca, perkembangan ini berkaitan dengan perubahan pola konsumsi sehari-hari dan meningkatnya peran kedai kopi sebagai ruang komunitas. Rangkaian laporan yang tersedia menyebut aktivitas minum kopi berkembang bersamaan dengan kebutuhan masyarakat untuk bersosialisasi, bekerja, dan membangun komunitas.
Laporan Bisnis.com juga menempatkan perkembangan coffee culture dalam konteks tantangan bisnis makanan dan minuman. Dengan posisi kopi yang semakin luas dalam kehidupan masyarakat, pelaku industri perlu menghadapi perubahan kebiasaan konsumen dan dinamika usaha makanan serta minuman.
Laporan RCTI+ yang terbit pada 21 Agustus 2026 memperkuat konteks bahwa kopi telah menyatu dengan gaya hidup, terutama di kalangan generasi muda. Namun, laporan tersebut tidak menyatakan langkah lanjutan khusus setelah penilaian industri yang diberitakan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
BMKG Keluarkan Peringatan Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah Indonesia pada 23 September 2026. Sebanyak 13 wilayah disebut berstatus Waspada, sement…
Terbaru di Gaya Hidup

Baca juga





